- Home
- Lingkungan
- Pangdam Bukit Barisan Sebut Sosialisasi Karhutla di Riau Gagal
Pangdam Bukit Barisan Sebut Sosialisasi Karhutla di Riau Gagal
Senin, 07 Maret 2016 17:31 WIB
PEKANBARU - Pangdam Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengatakan program sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dinyatalan gagal.
"Kita sosialisasi dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Kita gagal mengantisipasi karlahut di Riau ini," ungkapnya sewaktu rapat penetapan Status siaga darurat Karhutla Provinsi Riau, Senin (7/3/2016), di Lanud Noermin Noerjadin, Pekanbaru, Riau.
Pangdam BB mengatakan Karhutla ini menjadi tanda tanya besar karena masih saja bisa terjadi hingga saat ini. Juga, tentang rakyat yang membakar lahan, itu jadi tanda tanya besar. Sebab, katanya sudah melakukan sosialisasi selama ini, jadi sampai dimana sosialisasi ini.
"Sepakat gak kita, sosialisasi itu tidak sampai (ke masyarakat)," katanya lagi.
Bahkan dengan lantang dia meneriakkan, "Sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat selama ini Gagal!. Tidak ada pengaruhnya," kesalnya dihadapan Plt Gubernur Riau, dan para tamu undangan penetapan status Siaga Darurat Bencana Karhutla Provinsi Riau.
Pangdam BB juga mengatakan bahwa kebakaran ini merupakan tahun ke 18 di Provinsi Riau. "Setiap 6 bulan terbakar Riau ini, baru akhir tahun kemarin Riau kebakaran, ini memasuki bulan Maret 2016 sudah mengalami kebakaran lagi," tuturnya.
Pangdam BB juga menyampaikan, dari laporan yang dia terima, setiap Sabtu-Minggu kebakaran selalu bertambah, dalam artian meningkat sewaktu akhir pekan. "Ini kan jadi tanda tanya terhadap kinerja Dinas Kehutanan kita," sindirnya.
Dia juga bertekad mencari pelaku pembakaran hutan dan akan melaporkan ke panglima TNI. Di juga ingin kepastian, pihak yang bertanggungjawab sebagai leading secktor kemana, hingga terjadi Karhutla lagi.
"Ada berapa anak buah bapak di sana (Dishut)? Polisi dan TNI itu hanya membantu, bukan pembantu Bos. Malu lah karena tidak menjalankan tugasnya," kritiknya.
Lebih lanjut, Pangdam BB mengatakan, karena leading sectornya ada di Dinas Kehutanan, maka dia dan jajarannya tidak mau dikambinghitamkan.
"Saya tidak mau dikambing hitamkan sekarang, saya mau cari kambing hitam nya siapa. Sekali lagi saya mengatakan, TNI dan Polisi itu hanya membantu, bulan pembantu," tegasnya.
Pangdam BB juga akan memfokuskan pemadaman saat ini di Dumai dan Bengkalis yang lagi alami kebakaran hutan cukup parah.
"Kapan mau dinaikkan statusnya silakah saja. Karena setelah penetapan status, kita mengharapkan bantuan dari pusat,"pungkasnya.
Pangdam BB juga tidak main-main terhadap pembakar hutan. Dia sudah menyiapkan pasukan sebanyak 4 SSK dan 1 tim pasukan Reaksi Cadanagan untuk mengatasi Karhutla.
"Kalau ada yang macam-macam kita sudah siapkan pasukan. Kita tembak kakinya saja langsung biar di gak bisa lari lagi," ancamnya.
Dia kembali menyetil Dishut yang menurutnya paling memegang peranan penting dalam penanganan Karhutla ini.
"Kita berharap kepada Kepala Dinas Kehutanan, bangunkan pasukan Bapak sekarang. Dimana dia sekarang, biar mereka bekerja di lapangan," ketusnya.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

