• Home
  • Lingkungan
  • Pantauan Satelit, Kebakaran Lahan di Riau Mulai Berkurang

Pantauan Satelit, Kebakaran Lahan di Riau Mulai Berkurang

Senin, 03 Februari 2014 13:23 WIB

PEKANBARU - Satelite Terra dan Aqua yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik api (hotspot) yang diindikasi sebagai peristiwa kebakaran lahan atau hutan di Riau telah mulai berkurang.

"Pada akhir pekan lalu sempat terdeteksi oleh satelit Terra dan Aqua ada sebanyak 70 titik kemudian berkurang menjadi 61 titik. Saat ini hanya tinggal delapan titik lagi," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Ardhitama, kepada wartawan di Pekanbaru, Senin siang (3/2/2014).

Kedelapan "hotspot" tersebut menurut dia, terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni enam titik. Kemudian sisanya sebanyak dua titik lagi terdeteksi satelite berada di daratan Kabupaten Indragiri Hilir.

Berkurangannya titik kebakaran lahan di Riau menurut analisis lembaga pemantau cuaca itu disebabkan telah terjadinya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah kabupaten/kota. "Termasuk di Kabupaten Bengkalis yang sebelumnya sempat terdapat puluhan titik api, saat ini sudah tidak ada lagi," katanya.

Walau demikian, kata dia, tingkat atau potensi terjadinya kebakaran hutan atau lahan di Riau masih cukup tinggi mengingat minimnya hujan.

Peristiwa kebakaran lahan atau hutan di berbagai wilayah di Riau sebelumnya terpantau telah menimbulkan kabut asap di Pekanbaru. Akibatnya jarak pandang sempat terhambat karena pekatnya kabut khususnya di pagi hari.

Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ibnu Hasan mengatakan, kabut asap dampak dari kebakaran tersebut sejauh ini belum menganggu aktivitas penerbangan. "Masih lancar meski memang pagi terjadi kabut asap. Jarak pandang masih berada di atas satu kilometer," katanya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar