Pemadaman Fokus Cagar Biosfer Sinar Mas di Bengkalis

Selasa, 04 Maret 2014 19:12 WIB

PEKANBARU - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan difokuskan pada kawasan konservasi dunia Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang diusulkan Sinar Mas Group menjadi cagar biosfer dengan mengerahkan lima helikopter untuk melakukan pengeboman dengan air (water bombing).

"Salah satu helikopter yang melakukan operasi pemadaman jenis Sikorsky dengan memiliki daya angkut lebih besar. Operasi "water bombing" untuk memadamkan 12 titik api dengan konsentrasi cagar biosfer," ujar Danlanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andyawan di Pekanbaru, Selasa.

Andyawan memiliki tanggung jawab sebagai penanggung jawab Satuan Tugas (Satgas) Udara Penanggulangan Bencana Asap Riau yang dipimpin oleh Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto.

Dia menjelaskan, 4 helikopter yang diturunkan memadamkan api di cagar biosfer masing-masing milik perusahaan industri kertas yang beroperasi di Riau yakni 2 unit punya PT Riau Andalan Pulp and Paper dan sisanya kepunyaan Asia Pulp and Paper dengan bernaung dibawah bendera Sinar Mas Group.

Saat ini, satgas udara penanggulangan bencana asap Riau masih terkonsentrasi untuk melakukan pemadaman di wilayah konservasi dunia Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang terdapat pada dua kabupaten di Riau yakni Bengkalis dan Siak.

"Kita masih memfokuskan pemadaman disana (cagar biosfer). Sekarang semua personil satgas baik udara dan darat masih dengan total berjumlah 325 orang masih melaksanakan melaksanakan tugas disana," katanya.

Sekitar 3.000 hektare kawasan konservasi dunia Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang sejak tahun 2009 diusulkan oleh perusahaan Sinar Mas Group menjadi cagar biosfer dunia, turut terbakar.

"Sejak kebakaran hutan melanda daerah ini, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang terbakar paling luas. Kini sudah mencapai sekitar 3.000 hektare," tegas Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto.

Prihadi yang juga merupakan Komandan Korem 031/Wira Bima mengatakan berdasarkan pantauan dari udara, diduga ada unsur kesengaajaan kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi dunia cagar biosfer yang ditetapkan UNESCO di Jeju, Korea Selatan.

Ini dibuktikan dengan adanya tenda-tenda yang dibangun oleh pelaku pembakaran lahan seperti barak yang terlihat dari udara dan telah ditinggalkan oleh penghuni, kemudian gergaji mesin dan lain sebagainya ditemukan di lokasi cagar biosfer oleh aparat Kodim Bengkalis.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar