• Home
  • Lingkungan
  • Pemadaman Kawasan Cagar Biosfer di Bengkalis Lewat Udara

Pemadaman Kawasan Cagar Biosfer di Bengkalis Lewat Udara

Senin, 03 Maret 2014 13:24 WIB

PEKANBARU - Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla, Danrem 031/WB Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto mengaku bahwa pemadaman titik api di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau sulit dilakukan melalui operasi darat.

Jalan satu-satunya yang harus ditempuh melalui operasi udara. Hal ini disebabkan karena lahan gambut yang berada di lokasi terlalu dalam dan tidak terjangkau dengan peralatan yang ada saat ini.

"Peralatan kita cukup, namun untuk mencapai lokasi melalui darat sangat sulit. Ketika bisa sampai ke titik api, stok air tidak ada di lokasi. Jadi jalan satu-satunya melalui operasi udara," kata Danrem.

Sementara ketika helikopter diterbangkan ke lokasi, ternyata kabut asap tebal memaksa mereka untuk balik arah. Rencananya hari ini akan datang pesawat bantuan dari pusat berjeni cassa.

Saat ini masih ada 34 titik api di lokasi. Sementara untuk areal sendiri, dijelaskan Danrem, dari seluruh lokasi yang memunculkan titik api, hanya Cagar Biosfer Giam Siak Kecil tersebut yang sulit dijangkau.

"Di situ kering dan sulit dijangkau, operasi udara diperlukan untuk pemadamannya. Ditambah lagi tidak jauh dari lokasi ada kebun sawit yang ditanam secara profesional sudah dalam kondisi menghitam (terbakar, red) sebagiannya," tegas Danrem.

Di situ terdapat lebih dari 100 warga yang saat ini harus mengungsi ke Bukit Batu yang terdiri dari orang tua hingga anak-anak. "Kita juga sudah mendirikan tenda di sana," ujarnya.

Sementara saat ini, Kabupaten Kampar juga sudah bermunculan titik api. Begitu juga dengan Indragiri Hilir (Inhil) yang selama ini belum ada akhirnya muncul. Dijelaskan Danrem, kondisi ini tidak akan lepas dari kegiatan masyarakat dalam membakar lahan.

"Kita berusaha semaksimal mungkin, namun kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang. Ini yang tidak kita harapkan, seharusnya dari pemerintah hingga masyarakat harus menjalin hubungan yang hirarki," katanya.

Dijelaskan Danrem, yang paling berperan saat ini adalah masing-masing kepala desa. Karena menurutnya, kepala desa akan langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam kegiatan apa pun.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar