• Home
  • Lingkungan
  • Pembalakan Hutan Cagar Biosfer di Bengkalis Cukup Mengkhawatirkan

Pembalakan Hutan Cagar Biosfer di Bengkalis Cukup Mengkhawatirkan

Senin, 24 Maret 2014 13:16 WIB

BENGKALIS - Hasil investigasi Tim Pemburu Karhutla dari Unsur TNI di kawasan hutan Cagar Biosfer Siak Giam Kecil di KM 28 desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pasca bencana kabut asap yang melanda Provinsi Riau, kondisinya sudah pantas dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah.

Sebab, Cagar Biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem asli, ekosistem unik dan ekosistem yang telah mengalami degradasi yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan bagi kepentingan penelitian dan pendidikan.

Nyatanya yang terjadi dilapangan, ratusan hektar kawasan hutan konservasi itu, sudah terbabat habis oleh tangan jahil oknum pembalakan liar. Jajaran pepohonan tidak lagi terlihat rapat, juga tidak lagi terlihat gerombolan kera layaknya penghuni ekosistem asli di Cagar Biosfer yang kini tampak hanya satu dua ekor saja. Begitu juga dengan satwa unik lainnya.

Bersama patroli Tim Pemburu Karhutla dari unsur TNI, menyaksikan ada lima titik lokasi pembalakan liar dalam jumlah besar. Lokasi pembalakan terbesar terdapat pada hulu parit galian alat berat, yang dapat digunakan untuk pendaratan Helikopter.

Ratusan ton kayu jenis Meranti dari Cagar Biosfer kecil, telah berubah menjadi potongan kayu jenis olahan siap untuk dipasarkan dengan nilai miliaran rupiah, oleh tangan jahil pelaku pembalakan liar yang sebagian pelakunya berhasil diamankan para penegak hukum.

Mayor Arhanudse Sugiono pemimpin dalam operasi patroli Karhutla mengatakan kepada Dumaiheadlines, kawasan patroli berada di areal lahan konservasi Biosfer kecil  desa Tasik Serai, Bengkalis.

“Patroli Karhutla diikuti petugas gabungan TNI dengan menempuh jarak perjalanan selama dua jam lebih lamanya, menggunakan pompong melalui medan sulit untuk tiba dibeberapa titik kayu olahan yang akan kita musnahkan,” ujar Sugiono.

Selain itu, ungkap Sugiono, pihaknya juga akan melakukan pelarangan masuk kedalam wilayah Cagar Biosfer, jika ditemukan ada warga disekitar kawasan konservasi. Hal tersebut harus dilaksanakan mengingat kondisi pembalakan liar yang memprihatinkan.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar