Pemkab Inhu Tetapkan Status Siaga Banjir

Kamis, 12 Desember 2013 14:11 WIB

RENGAT - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, sudah menetapkan status siaga tiga bahaya banjir di sejumlah kecamatan akibat datangnya musim hujan tahunan serta telah menyiapkan sejumlah tenda.

"Hujan sejak sebulan lalu sudah membuat sejumlah kecamatan di Inhu dilanda banjir sehingga perlu penangan khusus. Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbangpol PBD) setempat sudah menetapkan status siaga tiga bahaya banjir," kata kepala Kesbangpol PBD, Kabupaten Indragiri Hulu Adri Bahar di Rengat.

Kecamatan yang ditetapkan siaga tiga banjir itu adalah  Kecamatan Batang Gansal, Seberida dan Rakit Kulim.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi bencana banjir di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, pemerintah telah mengupayakan berbagai hal seperti penetapan daerah siaga, persiapan sejumlah tenda dan bahkan akan terus memantau kelapangan untuk melakukan pendataan wilayah rawan banjir.

Tetapi tentu upaya itu dilakukan secara bertahap, agar program berhasil dengan baik dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan.

Ia mengatakan, kendati tim penanggulangan bencana banjir dibentuk  program ini tidak akan berhasil jika pekerjaan tidak dilakukan secara optimal.

"Kami juga sudah menginstruksikan camat bersangkutan agar mendata seakurat mungkin dampak banjir dan memberikan laporan lengkap, sehingga penyaluran bantuan dari Pemkab Inhu dapat tepat sasaran," sebutnya.

Menurut Adri, banjir yang melanda beberapa desa di tiga kecamatan tersebut disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi di daerah hulu hingga menyebabkan air sungai meluap.

Berdasarkan hasil pantauan dan laporan yang diterima Kesbangpol PBD, sejumlah lahan milik warga yang tergenang banjir yakni di Desa Kuantan Tenang,  Kecamatan Rakit Kulim seluas 41 hektare sawah padi, 60 hektar kebun karet dan lima buah rumah rusak tergenang air.

Sementara di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gansal sebanyak 300 rumah terendam banjir. Ketinggian air atas jalan aspal mencapai 20-30 cm, selain itu perkebunan masyarakat terkena dampak dari tingginya air sehingga merugikan petani.

"Sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Batang Gansal ikut terendam banjir seperti masjid dan sekolah dasar, namun sudah disiapkan dua buah tenda," tegasnya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar