Masyarakat Diimbau Kurangi Aktifitas Luar Rumah,

Pencemaran Udara Akibat Karhutla Bisa Sebabkan ISPA

Rabu, 19 Februari 2014 19:26 WIB

SELATPANJANG - Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) kabupaten Kepaulkauan Meranti, dr H.MisriHasanto M.Kes,, berharap Musibah Kebakaran Hutan dan lahan (Kahutla)  diwilayah Kabupaten kepulauan Meranti dapat segera berakhir, jika tidak akan berdampak kepada kesehatan masyarakat. dan dikwatirkan akibat dari kebakaran tersebut  akan terjadi peningkatan beberapa kasus penyakit kepada masyarakat.

Pencemaran yang disebabkan oleh kebakaran bisa menyebakan masyarakat  rentan dengan penyakit Inpeksi saluran pernapasan Akut(Ispa) penyakit elergi ,penyakit kulit , penyakit Asma (sesak napas), penyakit mata,  dan berbagai penyakit lainnya yang berhubunga dengan peencemaran udara  akibat kebakaran tersebut “ ungkap Misri, Selasa (18/2) kemarin di Selatpanjang.

Oleh sebab itu kata Misri, kita himbau kepada seluruh elemen masyarakat kabupaten Kepulauan Meranti,ksusunya  masyarakat  yang berada diseputaran lokasi kebakaran untuk dapat megurangi aktifitas diluar rumah , jikapun  harus beraktifas diluar rumah  disarankan agar  dapat megunakan masker (alat pelindung diri) .

“ Jika masyarakat sudah mengalami gejala2 penyakit akibat pencemaran udara tersebut maka di himbau untuk segera berobat  pukesmas terdekat, seperti kepolisdes, Poskesdes,Pukesmas pembantu dan pukesmas kecamatan dengan begitu upaya pencegahan terhadap gejalah Penyakit tersebut dapat dilakukan,”ungkap Misri.
 
Menurut Misri,  Ispa  itu akan berdampak pada perekonomi  masyarakat , misalnya  jika akan terjadi gangguan pada pernapas seseorang dan ini akan berakibat penurunan semangat kerja bagi masyarakat, selain itu juga berdampak pada bayi dan balita,  sehingga para ibu mereka harus tinggal dirumah, dan tiak bisa lagi untuk beraktifitas diluar rumah, jikapun mendatangan pengasuh tentunya akan menambah biaya estra.

“Berdasarkan anilisah para ahli, dampak dari terjadinya kebakaran lahan ternyata bisa mendatangkan lebih dari  5000 (limaribu) bahan berbahaya  yang disebabkan Kahutla diantar gas CO (karbon Monok sida) Gas CO2 (Karbon Dioksida), Ter (ampas debu dari pembakaran bisa menyebabkan kanker, dan lain sebagainya),” terang Misri seraya berharap persoalan Kahutla di wilayah kepulauan Meranti dapat segera di carikan solusinya.

Sementara Penasehatan Forum Komunikasi  kader Kesehatan (FK3)Kecamatan tebingTinggi barat, kepada wartawan mengatakan, dalam waktu deekat ini pihaknya bersama kader kesehatan lainya di Kecamatan tebingtinggi barat akan segera  membagikan  masker secara gratis kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada diwilayah terjadinaya Musibah kebakaran tersebut. Masker itu akan di serahkan langsung  kepada masyarakat oleh ibu-ibu kader,Kesehatan FK3 di kecamatan Tebingtinggi barat. (fan) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar