• Home
  • Lingkungan
  • Petani Binaan Pemkab Kampar Rancang Tumpang Sari Bawang Merah dan Cabai

Petani Binaan Pemkab Kampar Rancang Tumpang Sari Bawang Merah dan Cabai

Rabu, 15 Januari 2014 20:11 WIB

BANGKINANGKOTA - Sepekan lagi, Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu sudah punya demplot bawang merah. Muslim Ketua Kelompok Bintang Tani yang bakal menanam bawang merah itu bersama seorang rekannya bernama Yanto. Petani yang sudah pernah bertanam bawang merah di Berastagi Sumatera Utara. 

Selama dua hari kata Muslim, mereka dicekoki ilmu di pilot project bawang merah Desa Sei Geringging Kecamatan Kampar Kiri. Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Cokroaminoto bersama Sekretaris, Hendri Dunan dan perwakilan Dewan Bawang Merah Nasional (DBMN) Lukman, mencekoki mereka tentang hal teknis hingga larut malam. 

“Mulai dari cara pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga metode penyimpanan, sudah kami pelajari. Ndak jauh bedalah dengan pola di budidaya cabai merah. Lantaran itulah, meski hanya belajar dua hari, saya dan kawan sudah siaplah untuk budidaya bawang merah. Khusus soal metode penyimpanan kami akan bikin pola tersendiri,” cerita Muslim di kawasan pilot project bawang merah Desa Sei Geringging Kecamatan Kampar Kiri, Selasa sore (14/1/14). 

Muslim cerita, bibit yang bakal mereka tanam adalah varietas Munjung. Satu dari sekian banyak varietas bawang merah yang dikenal tahan tumbuh di dua musim. “Kami sudah beli bibit 40 kilogram. Separuh akan kami tanam khusus. Selebihnya akan kami tumpang sarikan. Lahan untuk bibit bawang itu sudah standby kok,” terangnya. 

Ada misi khusus yang bakal di wujudkan oleh miliarder cabai merah ini makanya musti bikin demplot dulu. “Misi kami adalah bagaimana supaya bawang merah ini bisa tumpang sari dengan cabai. Sebab jedda siklus tanaman cabai kan tiga bulan. Jadi, jika panen cabai beres, lahan akan kami isi dulu dengan bawang merah,” katanya. 

Dan Muslim juga berharap, kelak ongkos yang habis untuk budidaya cabai dan bawang bisa ditutupi dari keuntungan hasil panen bawang. “Inilah rencana kami. Saya musti bikin analisa tersendiri. Saya kan diajari Pak Bupati Kampar jadi menejer. Jadi hitung-hitungannya juga musti hitungan menejer,” kata Muslim tertawa. 

Meski bawang merah akan menjadi komoditas unggulan di Desa Danau Lancang, tanaman cabai kata Muslim tetap akan jadi primadona. Buktinya, meski lahan 6 hektar masih sedang panen, Muslim dan kawan-kawan sudah bikinan tanaman cabai baru sekitar 80 ribu batang. Dan bahkan akan bertambah lagi 9 hektar. 

Cokroaminoto mengaku akan allout membimbing Muslim dan kawan-kawan. “Keseriusan mereka musti kita ganjar dengan perlakuan yang lebih serius lagi. makanya hingga malam pun mereka masih tetap kita bombing,” katanya. 

Segala hal teknis kata Cokro akan dikawal oleh dinas. Biar kelak, hasil yang dapat oleh Muslim dan kawan-kawan bisa maksimal. “Kalau sudah maksimal, tentu akan memicu semangat warga lain untuk meniru usaha yang dilakukan oleh Muslim dan kawan-kawan itu,” ujarnya. 

Kepada para petani kata Cokro, pihaknya akan sangat terbuka, termasuk DBMN sendiri. “Kami juga akan bina dan dorong para petani untuk mendapatkan sumber modal. Insya Allah, bukan Muslim dan kawan-kawan saja yang magang di Desa Sei Geringging. Tapi masih akan banyak lagi,” katanya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar