- Home
- Lingkungan
- Presiden Sebut Tujuh Faktor Pemicu Karhutla di Riau
Presiden Sebut Tujuh Faktor Pemicu Karhutla di Riau
Senin, 17 Maret 2014 13:53 WIB
JAKARTA - Setelah mendalami secara langsung ke lapangan dan berdialog dengan masyarakat di Riau dalam dua hari terkahir ini. Akhirnya Presiden SBY menyimpulkan ada tujuh penyebab dan akar masalah mengapa kebakaran lahan dan hutan terus terjadi di Riau.
"Setelah saya dalami, termasuk dialog saya dengan masyarakat, ada 7 penyebab dan akar masalah mengapa kebakaran terus terjadi di Riau," kata Presiden SBY dalam akun twitternya @SBYudhoyono, Senin (17/3/14).
Tujuh penyebab tersebut, di antaranya, cuaca yang ekstrim, lahan gambut yang mudah terbakar, cara bercocok tanam penduduk dengan cara membakar.
"Tiga penyebab pertama :(1) cuaca yang ekstrim, (2) lahan gambut yg mudah terbakar, (3) cara bercocok tanam penduduk dengan cara membakar," sebut SBY.
Kemudian tambah Presiden penyebab yang ke- 4 adalah tindakan membakar secara meluas bermotifkan finansial, dan ke-5, tidak optimalnya pencegahan oleh aparat di tingkat bawah.
"Dua yang terakhir yakni, (6) kurang cepat & efektifnya pamadaman api & (7) penegakan hukum yg tidak bisa menyentuh master-mind pembakaran," terang Presiden SBY.
Selain itu juga, Presiden SBY juga meminta perusahaan-perusahaan yang berusaha di Riau untuk berkontribusi (melalui CSR) dlm pengadaan sarana dan peralatan. Dan kata SBY, pihak perusahaan sudah bersedia.
"Ke depan jika masih ada pihak-pihak yg membakar & sebabkan bencana lagi, hukum harus ditegakkan secara tegas, keras & cepat," tegas Presiden SBY.***(jor)
"Setelah saya dalami, termasuk dialog saya dengan masyarakat, ada 7 penyebab dan akar masalah mengapa kebakaran terus terjadi di Riau," kata Presiden SBY dalam akun twitternya @SBYudhoyono, Senin (17/3/14).
Tujuh penyebab tersebut, di antaranya, cuaca yang ekstrim, lahan gambut yang mudah terbakar, cara bercocok tanam penduduk dengan cara membakar.
"Tiga penyebab pertama :(1) cuaca yang ekstrim, (2) lahan gambut yg mudah terbakar, (3) cara bercocok tanam penduduk dengan cara membakar," sebut SBY.
Kemudian tambah Presiden penyebab yang ke- 4 adalah tindakan membakar secara meluas bermotifkan finansial, dan ke-5, tidak optimalnya pencegahan oleh aparat di tingkat bawah.
"Dua yang terakhir yakni, (6) kurang cepat & efektifnya pamadaman api & (7) penegakan hukum yg tidak bisa menyentuh master-mind pembakaran," terang Presiden SBY.
Selain itu juga, Presiden SBY juga meminta perusahaan-perusahaan yang berusaha di Riau untuk berkontribusi (melalui CSR) dlm pengadaan sarana dan peralatan. Dan kata SBY, pihak perusahaan sudah bersedia.
"Ke depan jika masih ada pihak-pihak yg membakar & sebabkan bencana lagi, hukum harus ditegakkan secara tegas, keras & cepat," tegas Presiden SBY.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

