• Home
  • Lingkungan
  • Realisasi Tidak Ada, Warga Kecewa Pelindo Dumai Suka Obral Janji

Realisasi Tidak Ada, Warga Kecewa Pelindo Dumai Suka Obral Janji

Minggu, 11 Mei 2014 12:14 WIB

DUMAI - Tampaknya warga Kelurahan Dumai Kota sudah mulai gerah dengan sikap Perusahaan BUMN PT Pelindo Dumai yang dianggap selalu obral janji dengan warga. Nyatanya, dari 5 point kesepakatan yang dibuat dan belum ada yang  terealisasi secara maksimal.

Terutama masalah perbaikan drainase, warga memberi Deadline waktu ke perusahaan BUMN apabila 3 September perbaikan drainase Jalan Datuk Laksmana tepatnya depan atau seberang Hotel Soultren tidak juga tuntas. 

Maka warga berjanji  akan lakukan pemblokiran akses jalan mobil Pelindo yang lalu lalang di Jalan Datuk Laksmana itu. Hal itu ditegaskan Ketua RT se-Kelurahan Dumai kota diwakili Ketua RT 015 Bungaraya, Tengku Khaidir dalam rapat lanjutan dengan Pelindo di Kantor Camat Dumai kota, kemarin.

"Kami telah beri tenggang waktu cukup lama dengan Pelindo, jadi kami tidak mau beri tenggang lagi, maka wujudkanlah permintaan kami soal pembangunan drainase itu. Sehingga kami tidak lagi terkena banjir ketika musim hujan tiba," tegasnya.

Bila semakin banyak tenggang, banyak kebohongan yang diberikan perusahaan kepada warga. Menunggu dan terus menunggu. Tidak juga ada solusi tepatnya untuk segera mewujudkan permintaan warga yang menjadi korban imbas dari bisnis meraka lakukan. 

"Kami sudah cukup sabar dengan dampak yang ditimbulkan Pelindo ini. Mulai dari debu, banjir yang selalu mengahantui akibat drainase muara ke laut tidak lancar dan lainnya. Pokoknya, kami minta segera diwujudkan pembangunan itu," kesal warga.

Senada ditegaskan Ketua DPRD Komisi I Timo Kipda mengingatkan kepada Pelindo jangan tabur janji kepada warga. Karena warga sudah bosan dan muak dengan janji itu. “Sudah berpuluh-puluh tahun tinggal disini, banyak sudah janji yang diberikan tapi realisasi mana,’’ sebutnya.

Disamping itu, Timo juga kecewa kenapa GM PT Pelindo tidak pernah hadir dalam rapat dengan warga. Seharusnya dia hadir agar bisa mengkover seluruh keluhan yang dialami warga wilayah pelabuhan ini.

"GM Pelindo tidak pernah hadir setiap diundangan oleh wakil rakyat. Atau jangan-jangan GM Pelindo itu takut kalau kedoknya terkuak ketika datang ke rumah wakil rakyat," tanya Tito Gito, yang keras dalam mengkritisi berbagai persoalan di Dumai ini.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar