Satelit NOAA Deteksi Lima Titik Hotspot di Dumai

Rabu, 22 April 2015 15:35 WIB
DUMAI - Kasus kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kota Dumai, membuat kembali hadirnya kabut asap yang menyelimuti dan mengkontaminasi udara di daerah ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Tengku Izmet, bahwa sesuai pantuan satelit NOAA yang telah ditebitkan pada Senin (20/4) sore kamerin, bahwa di Kota Dumai terpantau terdapat lima (5) titik hotspot.

Lima titik hotspot yang telah terpantau oleh satelit NOAA pada Senin kemarin tersebut diantaranya adalah 3 hotspot terdapat di Kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan.

Kemudian 2 hotspot terdapat di Kecamatan Bukit Kapur tepatnya Kelurahan Kayu Kapur. Sementara untuk hasil titik hotspot pada hari ini belum dapati, sebab data tersebut baru akan dikirim oleh Pusat secepat-cepatnya pada pukul 17:00 WIB.

Sementara itu, terkait titik api yang ada di Kota Dumai, dijelaskan oleh Ridho bahwa pada Senin (20/4) kemarin, di Kota Dumai sendiri ada terdapat 5 titik api.

"Lima titik api tersebut diantaranya tersebar di Bagan Besar 1, Meranti Darat 1, BTN Dumai Baru 1, Bagan Besar tepatnya Simpang Kompi 1, dan diperbatasan Bagan Keladi 1," katanya, Selasa (21/4).

Dijelaskannya, bedanya titik api dan titik hotspot adalah titik api tidak terpantau oleh satelit NOAA berbeda adanya dengan titik hotspot.

Kemudian dilanjutkan Ridho, bahwa Selasa (21/4) ini pihaknya telah memantau kondisi lapangan Kota Dumai terkait adanya penyebar luasan Karhutla ataupun titik api, dan ternyata hari ini pihaknya kembali mendapati adanya titik api.

"Hari ini (Selasa,red) sesuai pantauan tim BPBD Kota Dumai, telah didapati sebuah titik api yang berada di Bagan Keladi atau disekitar kawasan Polsek Dumai Barat," tutupnya.

Sementara Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai Bambang Sutriyanto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum dapat memastikan bagaimana keadaan ataupun kondisi udara Kota Dumai saat ini memasuki kategori apa dan bagaimana.

"Saat ini kami belum dapat memastikan untuk data Indeks Standar Pencemaran Udara sendiri, sebab KLH Kota Dumai belum hingga saat ini belum menerima data ISPU yang biasanya selalu diberikan oleh PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada pukul 17:00 WIB," kata Bambang.

Meski hari sudah mulai petang dan matahari tak menyongsong tinggi lagi, namun kabut asap tersebut masih tampak dan terasa meski sudah menipis, dan biasanya kabut asap tersebut akan kembali menebal ketika sudah memasuki waktu malam hari.

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar