- Home
- Lingkungan
- Seluruh Pengungsi Karhutla Kembali ke Rumah di Bengkalis
Seluruh Pengungsi Karhutla Kembali ke Rumah di Bengkalis
Sabtu, 08 Maret 2014 13:53 WIB
PEKANBARU - 221 warga yang mengungsi akibat asap dan kebakaran lahan di Kabupaten Bengkalis, Riau, kini sudah kembali ke rumah setelah dipastikan kebakaran di wilayahnya telah berhasil ditanggulangi.
"Alhamdulillah, terhitung tanggal 7 Maret lalu seluruh 221 warga sudah meninggalkan pengungsian dan pulang ke rumah masing-masing," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, M. Jalal, kepada Antara di Pekanbaru, Sabtu.
Sebelumnya, lebih dari 14 hari para pengungsi dari warga sekitar di Dusun Bukit Lengkung, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, menghuni tempat pengungsian di Dusun Barak Aceh. Mereka diungsikan akibat kebakaran besar dan asap pekat yang melanda daerah itu.
Para pengungsi terdiri dari 36 balita, 39 anak-anak dan sisanya orang dewasa. Jalal mengatakan kebakaran di daerah tersebut turut menghanguskan empat rumah warga dan tiga ruang kelas sebuah sekolah.
"Bagi warga yang rumahnya terbakar, kabarnya mereka akhirnya menumpang sementara di rumah saudaranya," kata Jalal.
Menurut dia, Bupati Bengkalis Herlian Saleh sudah menginstruksikan agar segera ada bantuan untuk warga yang rumahnya terbakar. Namun, Jalal mengatakan warga tersebut ternyata tercatat sebagai warga Kota Dumai berdasarkan KTP.
"Mereka sebanarnya warga Kota Dumai yang berdomisili di Bengkalis, jadi kami belum tahu kelanjutannya akan bagaimana," katanya.
Ketua RT 09 Dusun Barak Aceh, Sunarso, mengatakan ada sekitar 2.000 hektare lahan di daerah tersebut terbakar yang mayoritas milik petani kecil. Kebakaran mulai terjadi pada akhir Januari lalu.
Menurut dia, para petani setempat rata-rata hanya memiliki lahan 2-5 hektar dan kebakaran membuat banyak warga kehilangan pendapatan.
"Karena itu warga sangat berharap ada bantuan bibit karet atau sawit untuk warga yang jadi korban," kata Sunarso yang juga salah satu korban karena kebun karet 4,7 hektare miliknya ludes terbakar.
Ia mengatakan sudah mengumpulkan data-data warga yang mengalami kerugian akibat kebakaran seperti fotokopi KTP, KK dan surat tanah mereka. "Jadi yang dibantu adalah yang benar-benar warga disini yang jadi korban kebakaran," katanya.
Pemprov Riau menetapkan status Tanggap Darurat Asap sejak 26 Februari lalu. Data Satgas Tanggap Darurat Asap pada Selasa (8/3) menyatakan luas kebakaran sudah lebih dari 14.000 hektare.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

