- Home
- Lingkungan
- Upaya Perbaikan Jalan Lintas Riau-Sumbar Terhambat
Truk Bermuatan 10 Ton Lebih Dilarang Melintas
Upaya Perbaikan Jalan Lintas Riau-Sumbar Terhambat
Selasa, 25 November 2014 12:47 WIB
PEKANBARU : Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat Iptu Riko Syafutra mengungkapkan kabar kurang positif dari jalan amblas yang sempat memutuskan jalur utama Riau-Sumbar, di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Sumbar.
Proses pemulihannya terkendala cuaca. Terlalu sering turun hujan deras di lokasi. "Sampai sekarang kondisinya belum menggembirakan. Masih belum bisa dipastikan kapan pengaspalan bisa dilakukan," ujarnya, Selasa (25/11/14).
Dipaparkan Riko, bahwa proses pemadatan badan jalan yang baru dibuat selalu terganggu cuaca. Hujan deras yang sering mengguyur menyebabkan sulit memadatkan badan jalan.
Ditambah adanya kendaraan bertonase berat tetap melintas menyebabkan proses perbaikannya semakin lambat.
"Kemarin ada beberapa truk yang terbenam di badan jalan yang belum padat sepenuhnya. Terpaksa ditarik alat berat dan pemadatannya kembali diulang," tuturnya.
Untuk itu, Riko mengatakan sekarang dilakukan pembatasan kendaraan yang melintas. Kendaraan dengan muatan di atas 10 ton dilarang melintas. Mereka dipersilahkan lewat jalur alternatif via Kuantan Singingi.
Sebagai upaya memperlancar arus lalu-lintas, Riko menjelaskan kalau Dinas Pekerjaan Umum akan menambah lebar badan jalan darurat di lokasi.
"Nanti kalau tambahan lebar badan jalan sudah siap, bisa dibuka langsung dua arah. Tidak perlu antri. Buka-tutup," demikian penjelasannya.
(mad/mad)
Proses pemulihannya terkendala cuaca. Terlalu sering turun hujan deras di lokasi. "Sampai sekarang kondisinya belum menggembirakan. Masih belum bisa dipastikan kapan pengaspalan bisa dilakukan," ujarnya, Selasa (25/11/14).
Dipaparkan Riko, bahwa proses pemadatan badan jalan yang baru dibuat selalu terganggu cuaca. Hujan deras yang sering mengguyur menyebabkan sulit memadatkan badan jalan.
Ditambah adanya kendaraan bertonase berat tetap melintas menyebabkan proses perbaikannya semakin lambat.
"Kemarin ada beberapa truk yang terbenam di badan jalan yang belum padat sepenuhnya. Terpaksa ditarik alat berat dan pemadatannya kembali diulang," tuturnya.
Untuk itu, Riko mengatakan sekarang dilakukan pembatasan kendaraan yang melintas. Kendaraan dengan muatan di atas 10 ton dilarang melintas. Mereka dipersilahkan lewat jalur alternatif via Kuantan Singingi.
Sebagai upaya memperlancar arus lalu-lintas, Riko menjelaskan kalau Dinas Pekerjaan Umum akan menambah lebar badan jalan darurat di lokasi.
"Nanti kalau tambahan lebar badan jalan sudah siap, bisa dibuka langsung dua arah. Tidak perlu antri. Buka-tutup," demikian penjelasannya.
(mad/mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

