- Home
- Lingkungan
- Wabup Asal Sumbar Bercerita Dampak Asap di Daerahnya
Wabup Asal Sumbar Bercerita Dampak Asap di Daerahnya
Kamis, 13 Maret 2014 13:24 WIB
PASIRPANGARAIAN - Wakil Bupati Lima Puluh Kota Asyirwan Yunus dan Wakil Wali Kota Payakumbuh Suwandel Mukhtar mengakui dampak kabut asap sampai ke daerahnya. Sejak Selasa (11/3/14) lalu, pelajar di dua daerah bertetanggaan itu sudah diliburkan.
"Hampir sama pekatnya dengan asap di Rokan Hulu," kata Asyirwan Yunus kepada riauterkinicom usai menghadiri Pelantikan Pengurus Gonjong Limo dan Bundo Kanduang di Taman Kota Pasirpangaraian, Rabu (12/3/14) malam.
"Selain sudah membagikan-bagikan masker, pelajar dari SD sampai SLTA juga sudah diliburkan sejak kemarin (Selasa-red)," jelas Asyirwan Yunus.
Diakuinya, berdasarkan data Bappeda Kabupaten Lima Puluh Kota, kualitas udara di daerahnya sudah berada di atas ambang batas.
"Artinya sudah pada status bahaya. Mulai kemarin dan besok (Kamis-red) anak-anak sekolah diliburkan. Jika kualitas udara masih seperti ini, libur akan diperpanjang sampai Sabtu (15/3/14)," ujarnya.
"Sejauh ini belum asap mengganggu transportasi," tambah Wakil Bupati Lima Puluh Kota dan mengakui tidak tahu berasal darimana sumber kabut asap.
Hal senada juga dikatakan Wakil Wali Kota Payakumbuh Suwandel Mukhtar. Diakuinya, dampak kabut asap kiriman menyebabkan pelajar SD sampai SLTA di Kota Batiah itu turut diliburkan.
"Kami mengharapkan dan ikut berdoa, semoga Provinsi Riau bisa segera mengatasi kabut asap ini," harap Suwandel Mukhtar menjawab wartawan usai menghadiri acara Suku Minang di Pasirpangaraian. Dia menambahkan, pada Jumat (15/3/14) besok semua pelajar di Payakumbuh akan menggelar Shalat Sunah Istisqa.***(zal)
"Hampir sama pekatnya dengan asap di Rokan Hulu," kata Asyirwan Yunus kepada riauterkinicom usai menghadiri Pelantikan Pengurus Gonjong Limo dan Bundo Kanduang di Taman Kota Pasirpangaraian, Rabu (12/3/14) malam.
"Selain sudah membagikan-bagikan masker, pelajar dari SD sampai SLTA juga sudah diliburkan sejak kemarin (Selasa-red)," jelas Asyirwan Yunus.
Diakuinya, berdasarkan data Bappeda Kabupaten Lima Puluh Kota, kualitas udara di daerahnya sudah berada di atas ambang batas.
"Artinya sudah pada status bahaya. Mulai kemarin dan besok (Kamis-red) anak-anak sekolah diliburkan. Jika kualitas udara masih seperti ini, libur akan diperpanjang sampai Sabtu (15/3/14)," ujarnya.
"Sejauh ini belum asap mengganggu transportasi," tambah Wakil Bupati Lima Puluh Kota dan mengakui tidak tahu berasal darimana sumber kabut asap.
Hal senada juga dikatakan Wakil Wali Kota Payakumbuh Suwandel Mukhtar. Diakuinya, dampak kabut asap kiriman menyebabkan pelajar SD sampai SLTA di Kota Batiah itu turut diliburkan.
"Kami mengharapkan dan ikut berdoa, semoga Provinsi Riau bisa segera mengatasi kabut asap ini," harap Suwandel Mukhtar menjawab wartawan usai menghadiri acara Suku Minang di Pasirpangaraian. Dia menambahkan, pada Jumat (15/3/14) besok semua pelajar di Payakumbuh akan menggelar Shalat Sunah Istisqa.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

