- Home
- Lingkungan
- Waduh! Kebakaran Lahan Landa Tengah Kota Pekanbaru
Waduh! Kebakaran Lahan Landa Tengah Kota Pekanbaru
Sabtu, 28 Juni 2014 16:32 WIB
PEKANBARU - Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau menemukan titik kebakaran lahan baru sejak Jumat (27/6/2014). Parahnya, kebakaran itu berada dekat dengan Posko Satgas di Kota Pekanbaru.
Dikabarkan, lahan seluas lebih dua hektare yang berlokasi di tengah Kota Pekanbaru itu, tepatnya di antara Gedung Purna MTQ dan Gedung Guru, Jalan Jenderal Sudirman atau berjarak sekitar kurang tiga kilometer dari Posko Satgas yang berada di Kompleks Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru terbakar sejak sore lalu.
"Kebakaran lahan itu telah diantisipasi denan cepat dan saat ini telah berhasil dipadamkan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri kepada pers di Pekanbaru lewat pesan elektronik yang diterima, Sabtu (28/6/2014) siang.
Menurut informasi dari Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau, api sebelumnya dipadamkan oleh tim dari Pemadam Kebakaran Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru.
Titik kebakaran lainnya yang telah berhasil dipadamkan menurut catatan Satgas yakni di area PT Sumatera Riang Lestari (STL) Blok IV Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Kebakaran di wilayah ini terjadi sejak 14 Juni 2014 mengakibatkan lebih 80 hektare lahan terbakar dan telah berhasil dipadamkan.
Ketika itu, proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama melibatkan regu pemadam dari perusahaan, dan BPBD setempat dan masyarakat serta kepolisian.
Di lokasi kejadian, aparat penegakkan hukum juga menemukan adanya aktivitas illegal logging dengan adanya tumpukan kayu hasil pembalakan liar.
Selain itu menurut catatan satgas, tim juga menemukan camp perambah hutan pada koordinat yang tidak jauh dari lokasi kebakaran lahan.
Saat ini kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau.
Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan sejauh ini masih terus mengupayakan pemadaman melalui jalur udara dengan menerapkan "water bombing" dan jalur darat dengan disertai penegakkan hukum.
Upaya lainnya adalah dengan menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk hujan buatan yang diklaim telah berhasil menghasilkan hujan untuk beberapa wilayah dan memadamkan titik kebakaran lahan.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

