• Home
  • Lingkungan
  • Warga Meranti Padamkan Kebakaran Kebun Sagu Gunakan Ember

Warga Meranti Padamkan Kebakaran Kebun Sagu Gunakan Ember

Sabtu, 29 Maret 2014 17:11 WIB

SELATPANJANG - Warga Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terpaksa menggunakan ember saat memadamkan kebakaran kebun sagu. Ini terpaksa dilakukan warga karena tidak mendapat bantuan robin dari pihak kecamatan.

Sebagaimana disampaikan Bukhari, salah seorang warga Tanah Kuning Kecamatan Rangsang Barat, ketika dihubungi GoRiau.com, Sabtu (29/3/2014) siang.

"Sejak 4 hari belakangan kebakaran kembali terjadi di Desa Bokor-Tanah Kuning," kata Bukhari.

Dijelaskan lagi, kebakaran itu terjadi di lokasi kebun sagu milik masyarakat Desa Bokor. Kata Bukhari, sampai saat ini kebakaran sudah menghabiskan sekitar 10 jalur kebun sagu di Bokor-Tanah Kuning itu.

"Sampai saat ini sekitar 10 jalur lebih sudah terbakar, namun ada banyak lagi kebun yang menunggu terbakar jika tidak cepat ditangani," tambah Bukhari.

Bukhari mengungkapkan, meski terdapat sumber air di lokasi kebakaran, namun masyarakat merasa kewalahan, pasalnya sampai saat ini belum ada bantuan robin dari pihak kecamatan.

Kata Bukhari pula, meski ada orang yang diupah sekitar 12 orang untuk menjaga kebun agar tidak terbakar namun upaya ini dikhawatirkan tidak bisa memdatangkan hasil yang maksimal.

Sebab, kebakaran yang terjadi tidak mungkin bisa teratasi kalau hanya menggunakan ember untuk mengangkut air yang kemudian disiramkan ke api itu.

"Saat ini warga menggunakan ember, kami sangat mengharapkan pihak kecamatan segera mendatangkan robin. Sebab kami takut upaya ini tidak membuahkan hasil, lalu semua kebun ludes terbakar," tambah Bukhari pula.

Sebut Bukhari, beruntung di sekitar lokasi kebakaran tidak ada perumahan warga. Meski demikian kerugian telah sangat banyak, baik materi maupun waktu yang tersita untuk memadamkan api.

Dapat dijelaskan pula, 1 jalur = 10 jembe, dimana 1 jembe = 18 x 18 meter. Jadi 10 jalur lebih kuran 1800 x 1800 meter persegi.***(grc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar