Bupati Bengkalis Tinjau Pilot Project Budidaya Rumput Laut
Kamis, 02 Januari 2014 15:18 WIB
RUPAT - Usai serangkaian kegiatan di Pulau Rupat, Bupati Bengkalis Herliyan Saleh melakukan peninjauan Pilot Project budidaya rumput laut di Desa Tanjung Rhu, Kecamatan Rupat Utara, didampingi Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis Burhanuddin dan didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Amril Fakhri.
Saat melakukan peninjauan itu Bupati Bengkalis, Rabu (1/1/2013) mengatakan bahwa budidaya rumput laut harus dijadikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki penghasilan lain jika cuaca ekstrem, selain mencari ikan.
"Dengan kondisi perairan yang ada disini sangat mendukung budidaya rumput laut. Budidaya ini juga bisa dijadikan masyarakat sebagai usaha lain selain mencari ikan di laut. Kita juga mengharapkan hal ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya di Pulau Rupat," ungkap Herliyan.
Ia juga menjelaskan, kalau rumput laut merupakan asupan makanan yang sehat jika diolah sesuai dengan cara yang ada dan bagus untuk dikonsumsi. Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Amril Fakhri menambahkan, bahwa Pulau Rupat memang dijadikan sebagai pilot project untuk budidaya rumput laut. Jenis rumput laut yang di budidayakan, yaitu Eucheuma Sp.
"Dengan kondisi perairan Pulau Rupat, baik kondisi fisika laut maupun kimia cocok untuk budidaya rumput laut. Karena saya melihat pertumbuhan rumput laut sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal yang berpengaruh antara lain jenis, galur, bagian thalus dan umur. Sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh antara lain keadaan fisik dan kimiawi perairan," kata Amril.
Amril melanjutkan, selain faktor-faktor tersebut ada faktor lain yang sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan rumput laut, yaitu pengelolaan yang dilakukan oleh manusia. Walaupun ini sebatas uji coba (pilot project), budi daya rumput laut di Pulau Rupat menunjukkan perkembangan yang cukup bagus.
"Rumput laut yang dibudidayakan itu pertama kali disemai seberat 1 ons dan setelah 23 hari beratnya menjadi 5 ons. Perkembangan ini cukup bagus. setelah uji coba ini berhasil nanti dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan akan mencoba menganggarkan dalam APBD Kabupaten Bengkalis untuk dilakukan riset selanjutnya. Setelah berhasil, riset ini akan dikembangkan untuk masyarakat di sekitar Pulau Rupat," jelas Amril.***(andreas/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

