Dihadiri Walikota Khairul Anwar,
Dirjen Hubla Buka National Marpolex 2014 di Dumai
Rabu, 18 Juni 2014 15:04 WIB
DUMAI - National Marine Pollution Exercise (National Marpolex) 2014 atau simulasi penanggulangan pencemaran akibat tumpahan minyak di laut di Dumai, resmi dibuka Dirjen Perhubungan laut, Captain Bobby R Mamahit, Rabu (18/6/14).
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, dimulai 18-20 Juni ini dengan 500 peserta dari berbagai instansi terkait, seperti SKK Migas, KSOP, KLH, PT Chevron, Pertamina RU II, Pelindo, PT KID, TNI AL, Pemprov Riau dan Pemkot Dumai dan acara dipusatkan di Kawasan Industri Dumai.
Dirjen Perhubungan Laut Captain Bobby R Mamahit mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini di perairan Dumai karena memandang berlokasi strategis dan berpotensi terjadinya pencemaran laut akibat banyak perusahaan industri berdiri di pesisir pantai.
Selain itu, dilaksanakan berdasarkan undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran yang mengamanatkan tentang pentingnya dilakukan perlindungan lingkungan maritim.
"Indonesia sangat memperhatikan pentingnya pencegahan pencemaran di laut, karena keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan merupakan tanggungjawab pemerintah," katanya saat memimpin upacara pembukaan.
Dia menyebutkan, Marpolex di perairan Dumai ini merupakan latihan yang ke 11 dan sebelumnya telah dilaksanakan juga Makasar dan Semarang beberapa bulan lalu.
Simulasi ini bertujuan juga untuk menguji coba penanggulangan bencana di laut yang menjadi tanggung jawab berbagai pihak terkait tersebut, serta meningkatkan kerjasama dan kemampuan.
"Kemampuan itu terdiri dari pemadaman kebakaran, pencarian dan penyelamatan, pemulihan pasca musibah serta pengukuran dan klaim terhadap kerusakan lingkungan," jelasnya.
Kemudian Walikota Dumai Khairul Anwar dalam sambutannya mengatakan, sebagaimana dimaklumi bersama bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang telah dicanangkan oleh United Nations Environment Programme atau lebih dikenal dengan singkatan UNEP yang pelaksanaannya baru saja di peringati bersama.
"Sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 2014 ini yaitu “Raise your voice, not the sea level”. yang jika ditransfer kedalam bahasa Indonesia maka berbunyi “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim," katanya.
Dikatakannya, menarik sekali dari tema yang dijadikan semboyan dalam peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2014 ini. Adalah merupakan hal yang berkaitan dengan sebagian kondisi wilayah Kota Dumai.
"Dimana Kota Dumai yang memiliki garis pantai sebesar 134 Km, dan sepanjang pantai tersebut menjadi kawasan pelabuhan tersibuk serta banyak berdiri perusahaan-perusahaan besar, yang hampir seluruh kawasan tersebut adalah kawasan industri pengolahan minyak," katanya.
Adapun kegiatan acara pada hari ini yaitu Latihan Penanggulangan Pencemaran Akibat Tumpahan Minyak dilaut yang mana di salah satu kawasan industri wilayah Kota Dumai sering terjadi kesalahan teknis dalam oprasi kerja sehingga tumpahnya minyak di kawasan laut Kota Dumai tidak terelakan.
Hal ini menurutnya, akan berdampak buruk bahkan menjadi pencemaran lingkungan, untuk itu dengan diadakannya kegiatan latihan Penanggulangan Pencemaran Akibat Tumpahan Minyak Dilaut dapat mengurangi serta menekan angka pencemaran lingkungan.
"Mengingat tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan penanggulangan pencemaran akibat tumpahnya minyak dilaut maka diharapkan kepada kita semua untuk terus mengasah kemampuan dengan memanfaatkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada agar penyelenggaraan penanggulangan pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota ini dapat diatasi semaksimal mungkin," ungkapnya.
Walikota Dumai juga menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini dan berharap dengan kegiatan ini dapat menyatukan visi, misi dan persepsi semua dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif di Kota Penganti yang Berseri ini.
"Selanjutnya saya mengharapkan kepada peserta pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya ilmu yang didapat bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat serta dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran ataupun ide-ide baru dan cemerlang dalam rangka upaya pencegahan dini terhadap Penanggulangan Pencemaran Akibat Tumpahnya Minyak Dilaut yang sering terjadi di Kota ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala KSOP Dumai Mulder Mustafa mengatakan, kegiatan ini bertujuan juga untuk meningkatkan keterampilan penanganan bencana dan persiapan personil penanggulangan pencemaran.
"Marpolek ini dibagi kegiatan teori dan praktek di lapangan. Sedangkan penunjukan lokasi di perairan Dumai karena dipandang strategis dan keberadaan pabrik industri yang berpotensi menyebabkan pencemaran," terangnya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

