• Home
  • Hukrim
  • PNS BPBD Riau Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Ikuti Gladi Pengendalian Karhutla di Bengkalis,

PNS BPBD Riau Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Rabu, 18 Juni 2014 15:25 WIB

BENGKALIS - Kegiatan Gladi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau dipusatkan di Kota Bengkalis diwarnai duka cita. 

Ferialdi (50), Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Evakuasi Penyelamatan mendadak ditemukan tewas di salah satu kamar hotel, Rabu (18/6/14) sekitar pukul 06.30 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum, sebelum korban diketahui meninggal dunia di kamarnya, sempat ditemani dua orang stafnya Wahyu Romadona (32), tenaga honorer PTT BPBD Riau dan Hari Prabowo (27), PNS BPBD Riau bersama-sama mengikuti Gladi Pengendalian Karhutla yang dijadwalkan hari ini untuk terakhir.

Korban sempat meminta diambilkan obat Katofril (obat tensi darah) kepada salah satu stafnya tersebut pada Senin (16/6/14) lalu, karena pada waktu itu tensi korban naik. Selanjutnya korban juga sempat meminta carikan Renagen obat sakit gigi, namun obat tersebut tidak dapat dicari.

Selanjutnya, pada Selasa (17/6/14) malam tadi sekitar pukul 19.20 WIB, korban meminta dicarikan tukang urut dan ditemani dua orang stafnya tersebut. 

Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, kedua staf korban meminta izin meninggalkan kamar untuk menyaksikan sepakbola di salah satu cafe yang berada di depan air mancur (tidak berjauhan dengan lokasi hotel) dan korban ketika itu terlihat sehat.

“Kemudian sekitar pukul 00.30 WIB, kami pulang dan masuk ke kamar Beliau, dan melihat dalam keadaan tidur mendengkur dengan kondisi miring, dan kami pun istirahat di kamar yang berlainan," katanya menimpali. 

"Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, kami kembali masuk ke kamar Beliau untuk mandi dan melihat korban dengan posisi terlentang, tangan menggenggam dan kaki sebelah kanan terjuntai ke bawah dari tempat tidur,” Hari Prabowo, memberikan keterangan.

"Saya melihat dan mencurigai ada keganjilan kepada beliau, lalu saya panggil, namun tidak dijawab. Saya membangunkan teman saya yang satu kamar (Wahyu Romadona, red), untuk melihat kondisi korban. Setelah itu, kami langsung memberitahukan kondisi korban melalui sambungan radio (HT, red) kepada seluruh anggota BPBD," tutur Hari lagi.

Kepala BPDB-Damkar Kabupaten Bengkalis Moch. Jalal, membenarkan peristiwa meninggalnya secara mendadak salah seorang Pejabat BPBD Riau di salah satu kamar hotel tersebut.

"Setelah mendapat informasi itu, kami langsung menghubungi Dokter RSUD Bengkalis untuk mengecek, akan tetapi nyawa korban tidak dapat tertolong dan penyebab belum diketahui. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan di tubuh korban. Kasus ini sudah ditangani pihak Kepolisian,” ujarnya dikonfirmasi wartawan.***(dik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar