• Home
  • Maritim
  • Kapal Kargo Tabrak Kapal Nelayan Asal Kepri di Tanjung Datuk

Satu Nelayan Belum Ditemukan

Kapal Kargo Tabrak Kapal Nelayan Asal Kepri di Tanjung Datuk

Minggu, 13 September 2015 13:25 WIB
Sebuah kecelakaan laut terjadi di Perairan Tanjung Datuk, Mandah. Seorang nelayan asal Kepri belum ditemukan setelah kapal mereka ditabrak kapal barang.
MANDAH - Diduga akibat kabut asap pekat yang menyelimuti daratan dan laut di wilahan Provinsi Riau, membuat jarak pandang cukup pendek serta mengakibatkan fatal terhadap berbagai aktivitas. Salah satunya terjadi musibah trabrakan di jalur laut persisnya di Perairan Tanjung Datuk, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir.

Diinformasikan sebagaimana dilansir dari laman riauterkinicom, terjadi kecelakaan kapal kargo menabrak kapal nelayan asal Kepulauan Riau. Atas insiden itu, dikabarkan seluruh penumpang di Kapal Nelayan asal Kepri itu kecebur ke laut dan sampai saat ini satu korban jiwa belum ditemukan, Sabtu (12/9/15).

Insiden nahas itu terjadi, Kamis (10/9/15) dini hari. Informasinya, kapal nelayan tersebut sedang menjaring ikan saat ditabrak kapal kargo, karena malam gelap ditambah kabut asap pekat saat itu. Adapun korban laka laut berjumlah 3 orang nelayan, semuanya berasal dari Suak Suaka, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga Provinsi Kepri. 

Dari tiga korban tersebut, dua orang sudah ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan Pulau Mas, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepri, yakni atas nama Usman (47) dan Asra (27). Sedangkan korban atas nama Ruslan (45) sampai saat ini belum ditemukan oleh Tim Basarnas Tembilahan. 

Sedangkan kapal kargo yang menabrak kapal nelayan tersebut, belum diketahui keberadaannya sampai saat ini. Tim Basarnas Kantor SAR Pekanbaru Kepala Pos Siaga SAR Tembilahan, dipimpin Letda Rio Putra dengan dibantu personil dari BPBD Inhil, personil Angkatan Laut (AL) Pos Tanjung Datuk, TNI dari Dabo Singkep, Provinsi Kepri.

"Saat ini kami terus melakukan pencarian korban, namun terkendala dengan jarak pandang terbatas yang disebabkan kabut asap ditambah pula tingginya gelombang dan angin kencang di perairan Tanjung Datuk, Kecamatan Mandah," ungkap Letda Rio Putra ketika dihubungi via telepon seluler.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar