Kawasan Industri Dumai Dikunjungi Menko Rizal Ramli
Jumat, 08 Januari 2016 09:27 WIB
DUMAI - Dalam rangka memantau pertumbuhan industri di wilayah Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Dumai (KID).
Dimana wilayah ini merupakan kawasan industri yang dikelola oleh perusahaan Wilmar Group di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Rombongan Rizal Ramli tiba di Bandara Pinang Kampai Dumai, Jumat (8/1/16) sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan pesawat carter.
Kedatangannya Rizal Ramli bersama rombongan disambut secara langsung oleh Penjabat Walikota Dumai Arlizman Agus bersama unsur Forkominda di Kota Dumai dan jajaran managemen dari Wilmar Group wilayah operasi Kota Dumai.
Penjabat Walikota Dumai, Arlizman Agus mengatakan, bahwa kujungan Menko Maritim dan Sumber Daya ini dalam rangka memantapkan pertumbuhan indutri di wilayah Indonesia. Dan Kota Dumai masuk dalam program kerjanya guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kawasan Industri Dumai masuk dalam program kerja beliau. Dengan kunjungan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan memantapkan pertumbuhan industri yang ada di Dumai," ujar Pj. Walikota Dumai Arlizman Agus, sembari mendamping Rizal Ramli menuju KID.
Selain masalah industri, kata dia, juga akan melihat sektor kemaritiman yang ada di Dumai. Sebab Pelabuhan Kota Dumai masuk kawasan poros maritim Riau dalam rangka mengembangkan ekonomi disektor kemaritiman.
"Jika poros maritim berjalan, harga barang bisa stabil karena tol laut/poros maritim dapat menyeimbangkan harga barang disamping dapat meningkatkan perekonomian. Yang pasti hasil dari kunjungan ini akan menjadi pembahasan Menko Maritim dan Sumber daya di Jakarta," jelasnya.
Ditambahkannya, Kota Dumai sangat layak menjadi poros maritim karena letaknya sangat strategis berdekatan dengan Malaysia dan Singapura dan berbatasan langsung dengan selat Malaka yang terkenal dengan selat tersibuk di Dunia.
"Kota Dumai memiliki keunggulan komparatif dan daya tarik tersendiri, berhadapan langsung dengan selat tersibuk di Dunia yakni Selat Malaka yang menjadi HighWay laut di Asia Tenggara dan berhadapan dengan tiga negara maju di Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand," katanya.
Selain itu Kota Dumai memiliki pantai yang panjang dan dalam dilindungi pulau rupat sebagai break water alami yang sangat menguntungkan untuk pelabuhan, kedalaman lautnya selalu terjaga sehingga disinggahi kapal-kapal tanker bertonase tinggi.
Keseluruhan pelabuhan Dumai memiliki kedalaman laut pelayaran rata-rata 10 sampai dengan 15 meter disaat surut terendah dengan alur pelayaran yang dapat dilintasi oleh kapal-kapal besar dan dapat disandari kapal dengan bobot 20.000 hingga 50.000 DWT.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Ekbis
Wilmar Peduli, 1.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Sekitar Industri Dumai-Pelintung
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Sosial
Idul Adha 2024, Wilmar Group Dumai Salurkan 14 Ekor Hewan Kurban
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Traveler
Warga Indonesia Masuk Malaysia Tak Perlu Booster atau Tes Antigen

