• Home
  • Maritim
  • Komnas HAM Panggil Luhut soal Kerusakan Raja Ampat

Komnas HAM Panggil Luhut soal Kerusakan Raja Ampat

Senin, 10 Juli 2017 06:59 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan Akan Dimintai Keterangan oleh Komnas HAM terkait Kerusakan Raja Ampat. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana memanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan siang ini, Senin (10/7) perihal perkembangan kasus kerusakan terumbu karang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat oleh kapal MV Caledonian Sky. 

"Benar, besok (hari ini) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan diminta keterangannya," kata Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai kepada CNNIndonesia.com, Minggu (9/7) malam. 

Komnas HAM menjadwalkan pemanggilan Luhut pada pukul 13.00 WIB. 

Pemanggilan ini terkait dengan surat pengaduan dari masyarakat tentang kerusakan terumbu karang di kawasan Raja Ampat, yang diterima Komnas HAM pada 20 Juni 2017.

Pengaduan tersebut disampaikan Hery Chairiansyah yang bertindak atas nama Paulus Wawiyai, selaku masyarakat adat Suku Wawiyai, Papua Barat.

Menurut Pigai, masyarakat menuntut agar dilibatkan dalam proses penyelesaian kasus perusakan terumbu karang, sesuai Pasal 18B ayat (2) dan Pasal 28I ayat (3) UUD 1945 jo Pasal 6 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Pigai sebelumnya juga mengatakan, dalam surat itu masyarakat menuntut penjelasan dan perkembangan dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim terkait proses pengurusan ganti kerugian atas kerusakan terumbu karang di perairan Pulau Mansuar Kecil, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Terumbu karang di Raja Ampatdi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia itu tertabrak kapal pesiar MV Caledonian Sky yang berbendera Bahama, pada 4 Maret 2017.

MV Caledonian Sky merupakan kapal dengan panjang 90 meter yang dimiliki oleh operator wisata Caledonian Noble.

Kapal tersebut menabrak karang di wilayah provinsi Papua Barat setelah melakukan perjalanan wisata melihat burung di Pulau Waigeo. 

Kapal berbobot 4.290 ton itu membawa 102 penumpang dan 79 awak pada perjalanan selama 16 malam dari Papua Nugini ke Filipina. Kapal itu merusak sekitar 1.600 meter persegi karang di lokasi menyelam yang dikenal sebagai Crossover Reef.

(cnn/cnn)
Tags
Komentar