• Home
  • Maritim
  • Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 300 Karung Bawang Merah Impor Ilegal

Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 300 Karung Bawang Merah Impor Ilegal

Hadi Pramono Rabu, 05 September 2018 10:55 WIB
DUMAI - Tim Patroli Lanal Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan bawang merah impor ilegal di Perairan Bengkalis akhir pekan kemarin. Mereka sempat melihat langsung proses bongkar muat bawang impor itu di Sungai Desa Api Api, Sepahat, Kabupaten Bengkalis. 

Komandan Lanal Dumai Kol Laut (P) Yose Aldino menegaskan, penyelundupan barang barang terlarang di wilayah Lanal Dumai kerap memanfaatkan pelabuhan tikus. Hal ini terbukti dari penangkapan Kapal KM Aulia Jaya GT. 07 dengan muatan 300 kampit bawang merah asal Malaysia. 

"Kami menerima informasi pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 pukul 23.00 WIB. Kami langsung mengamankan kapal itu dan selanjutnya KM. Aulia Jaya GT. 07 ditarik menuju Dermaga KAL Lanal Dumai untuk dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut," katanya, Selasa (4/9/18). 

Yose menjelaskan, kronologinya pukul 23.45 WIB Lanal Dumai membagi 2 tim yaitu tim darat dan tim laut. Tim Laut yang terdiri dari unsur Patroli Sea Rider 1 dan Sea Rider 2 melaksanakan penyisiran dan pencegatan di sekitar perairan sepahat. 

Sedangkan Sea Rider 2 melaksanakan penyisiran dan pencegatan di perairan Apiapi Selat Bengkalis. Sampai dengan pukul 06.00 WIB hari berikutnya patroli Lanal Dumai belum dapat menemukan target. 

Selanjutnya pada tanggal 31 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB setelah melaksanakan koordinasi kepada Komando atas, dan ketika akan bergerak kembali menuju pangkalan. 

Pukul 09.00 WIB diterima informasi bahwa tim Darat menemukan sebuah kapal bermuatan yang diduga illegal sandar di Sungai Desa Apiapi Kabupaten Bengkalis, kemudian pukul 10.00 WIB Sea Rider 1 tiba dilokasi sandar kapal. 

Setelah dilaksanakan pemeriksaan didapati nama kapal KM. Aulia Jaya GT. 07, muatan 300 kampit Bawang Merah asal Malaysia yang tidak disertai Dokumen yang sah, dan saat dilaksanakan pemeriksaan Nakhoda dan ABK sudah tidak berada di Kapal. Diduga kapal sengaja ditinggal karena mengetahui kedatangan petugas potroli Lanal Dumai. 

Dan untuk indikasi adanya barang terlarang/narkoba yang merupakan target operasi tidak ditemukan. Selanjutnya KM. Aulia Jaya GT. 07 ditarik menuju Dermaga KAL Lanal Dumai untuk dilaksanakan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. 

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus diwilayah kerja Lanal Dumai sering dimamfaatkan Kapal-kapal dan Speed Boat dari Malaysia untuk menyeludupkan Narkoba dan barang-barang terlarang masuk ke perairan Dumai dan Wilayah kerja Lanal Dumai lainnya. 

"Luasnya wilayah kerja Lanal Dumai yang harus diamankan, menuntut Lanal Dumai untuk lebih bekerja keras untuk mendalami informasi sekecil apapun terkait para pelaku penyeludupan di wilayah kerja Lanal Dumai guna memberantas para pelaku penyeludupan," ucapnya. 

Selain itu, Lanal Dumai juga senantiasa melaksanakan pendekatan kepada masyarakat sebagai sumber informasi di tempat-tempat yang dicurigai sering digunakan sebagai lokasi pembongkaran muatan kapal yang diduga merupakan barang-barang seludupan. 

"Tidak menutup kemungkinan barang yang dibawa adalah narkoba, untuk itu lanal Dumai tetap waspada terhadap kapal-kapal yang masuk dari Malaysia. Makanya kita memberikan apresiasi kepada sumber informasi yang selama ini sudah ikut berperan aktif," pungkasnya. 

Terkait proses hukum terhadap KM. Aulia Jaya GT. 07 yang membawa muatan 300 kampit bawang merah asal Malaysia yang tidak dilengkapi Dokumen Karantina tersebut, akan diserahkan ke Pihak Karantina. Kemudian, Lanal Dumai masih akan terus melaksanakan penyelidikan. 

"Penyelundupan bawang ini sudah beberapa waktu lalu kita mendapatkan informasi. Jadi hari ini telah kita amankan bawang beserta kapal, untuk tersangka berhasil kabur ketika petugas patroli melakukan penangkapan," pungkas Yose Aldino.
Tags Bawang IlegalLanal DumaiPelabuhan Dumai
Komentar