Lanal Dumai Tangkap Speedboat Angkut 22 Keranjang Kepiting Betina
Hadi Pramono Rabu, 01 Agustus 2018 18:39 WIB
DUMAI - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai telah mengamankan sebuah Speed Boat 200PK membawa muatan 22 keranjang bambu Kepiting Betina tanpa disertai dokumen Karantina dan diduga akan di selundupan ke Malaysia.
Speedboat tersebut diamankan di sekitar perairan Tanjung Kapal, Pulau Jentele Rupat, Bengkalis. Penangkapan Speedboat 200PK berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh Unit Intel Lanal Dumai pada tanggal 30 Juli 2018 pukul 23.00 WIB.
Dari informasi itu, bahwa akan ada pengiriman kepiting betina bertelur di wilayah perairan Selat Rupat menggunakan speedboat rencananya akan diseludupkan ke Negara Malaysia. Informasi berharga itu langsung ditindaklanjuti ke lapangan.
Pada pukul 00.00 WIB Unit Intel Lanal Dumai melaksanakan operasi yang dibagi menjadi 2 tim, yakni tim darat dan tim laut. Tim darat melaksanakan pengintaian di sekitar sungai Dumai dan tim laut melaksanakan Patroli dengan menggunakan Sea Rider.
Selanjutnya pada pukul 05.10 WIB tim darat melihat ada speedboat bermesin 200PK warna putih mencurigakan keluar dari Sungai Dumai dan diduga membawa muatan Kepiting. Selanjutnya tim darat memberikan informasi kepada tim laut untuk melaksanakan pengintaian dan penyisiran.
Pada pukul 05.45 WIB tim laut mendeteksi sebuah speedboat 200PK melintas dan langsung melaksanakan pengejaran terhadap target, pada pukul 06.30 WIB di perairan Tanjung Kapal Pulau Jentele, Tim Laut berhasil menghentikan dan menangkap Speed Boat 200PK.
Dari penangkapan itu, Tim Lanal Dumai berhasil mengamankan barang bukti kepiting betina sebanyak 22 kotak. Tim Lanal Dumai langsung mengamankan barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, 3 orang ABK Speedboat 200PK beserta muatan kepiting betina/telor sebanyak 22 kotak dibawa ke Posmat Angkatan Laut Sungai Dumai, guna dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepiting betina/telor tersebut dikirim dari Sumatera Utara menuju Dumai menggunakan jalur darat. Adapun modus operandinya, pengiriman kepiting dilaksanakan malam hingga dini hari guna menghindari pantauan petugas," jelasnya.
Kemudian, kata dia, pelaku mengirim kepiting betina ini secara ilegal ke Malaysia. "Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen resmi terhadap barang bawaan berupa kepiting tersebut. Jadi mereka sudah kita amankan guna proses lebih lanjut," pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Maritim
TNI AL Lanal Dumai Laksanakan Serbuan Vaksinasi di Pulau Terluar
-
Maritim
TNI AL Konsisten Gempur Serbuan Vaksinasi untuk Masyarakat Dumai
-
Maritim
Danlanal Dumai: Strategi Ketahanan Pangan Cukup Berarti Bagi Prajurit
-
Maritim
TNI AL: Peran Jalasenastri Dukung Suami Mengabdi kepada Negara
-
Maritim
Inilah KRI Semarang-594 Pemberi Dukungan Oksigen di Riau

