Pembangunan Kawasan Industri Riau Masih Terhambat RTRW
Senin, 23 November 2015 11:15 WIB
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pembangunan kawasan industri terhambat karena Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Riau yang tak kunjung tuntas.
Dia mengatakan itu dihadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir di acara Kongres ke-XXIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di di Kampar, Riau, Minggu siang.
"Persoalan RTRW yang terus berlarut-larut ini diharapkan bisa diselesaikan dengan segera. Karena selama RTRW tak tuntas, maka selama itu pula pembanguna Riau akan terkendala," kata Plt Gubernur Riau.
Dalam kegiatan ini, turut hadir sebagai tamu utama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan lima menteri Kabinet Kerja yakni Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Menteri Agraria & Tata Ruang/ Kepala BPN RI Ferry Mursyidan Baldan.
Kemudian ada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Sofyan Djalil, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.
Kemudian juga hadir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang juga menjabat sebagai Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), mantan Ketua DPR RI yang juga dewan penasehat Golkar Akbar Tanjung, dan Bupati Kampar Jefry Noer serta pejabat eselon di Pemda Riau dan Kampar.
Menurut Arsyadjuliandi Rachman, sejumlah proyek strategis yang terhambat akibat RTRW belum tuntas antara lain jalan tol, kereta api, kawasan ekonomi Tanjung Buton.
"Semua proyek tersebut sangat bergantung cepat atau lambatnya RTRW disahkan oleh pemerintah pusat. Riau juga bertekad untuk terus meningkatkan infrastruktur, sumber daya air serta peningkatan sumber daya manusia di Riau. Karena itu, untuk mewujudkannya, diharapkan dukungan penuh oleh seluruh stake holder di negeri ini," katanya lagi.
Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla yang ditanyai usai membuka kegiatan itu mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti RTRW Riau sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan di Riau. "Tentu kita tindak lanjuti," kata JK singkat sambil tersenyum.
(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Traveler
Warga Indonesia Masuk Malaysia Tak Perlu Booster atau Tes Antigen
-
Hukrim
Masuk Daftar Cekal, Indonesia Tolak WNA Malaysia di Pelabuhan Dumai
-
Ekbis
PT Sari Dumai Sejati Bersama KSOP Dumai Latihan Exercise ISPS Code

