Pemerintah Minta Importir Dumai Kembali Beraktivitas Bongkar Muat
Kamis, 12 November 2015 16:09 WIB
DUMAI - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Dumai menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pihak terkait atau pemerintah yang melarang masuknya kapal bermuatan barang impor di Pelabuhan Rakyat. Maka pihaknya pun mendorong agar pihak importi tetap melakukan aktifitas bongkar muat barang seperti biasa.
Apalagi Pihak KSOP tidak pernah melarang kapal yang memiliki dokumen lengkap untuk masuk Pelabuhan Rakyat. Bila memang kapal tersebut memiliki dokumen, tentu akan diproses izin masuk untuk bongkar muat barang di Pelabuhan Rakyat. Demikian disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jasa Pelabuhan KSOP Dumai, Jhonny Simbolon, Kamis (12/11/15).
Pihaknya juga mengakui bahwa jumlah kunjungan kapal masuk ke Pelabuhan Rakyat cendrung menurun. Ia tidak mengetahui penyebab sepinya kedatangan kapal bermuatan barang impor. "Kami tidak tahu pasti penyebabnya apa. Tapi yang jelas aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Rakyat saat ini masih ada," katanya kepada wartawan.
Sementara menindaklanjuti persoalan kapal impor tak lagi masuk Pelabuhan Rakyat, Sekretaris Serikat Buruh Kota Dumai (SBKD), Darmen menyebutkan bahwa saat ini pendapatan buruh bongkar muat di Pelabuhan Rakyat pada sebulan belakangan makin berkurang. Begitu juga dengan jumlah kapal yang masuk ke pelabuhan hampir dipastikan tidak ada.
Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan oleh para buruh bongkar muat. Tapi juga pemilik jasa transportasi dan gudang tidak bekerja. Sebab aktifitas tidak ramai seperti biasa. Padahal biasanya setiap hari rutin kapal importir masuk ke Pelabuhan Rakyat. "Kami ingin aktifitas lebih ramai lagi. Kami merasakan akibat dari aktifitas pelabuhan yang sepi," harapnya.
Sedangkan pihak Pemerintah Kota Dumai mengimbau agar aktifitas importir di Dumai tetap berjalan sebagaimana mestinya. Terutama impor barang, makanan dan minuman. Sehingga aktifitas buruh di Dumai tetap berjalan. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Dumai, Said Mustafa, kepada sejumlah awak media di Dumai, terpisah.
Pihaknya juga sudah menyampaikannya pasca melakukan pertemuan dengan perwakilan importir pekan kemarin. Sebab sejumlah aktifitas bongkar muat sepi. Setelah Dumai diberitakan jadi satu transit Sabu seberat 268 Kg milik Jaringan Medan. Tapi satu persatu jaringan narkoba itu dibekuk oleh Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Para buruh sudah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Maka kami menghimbau agar aktifitas importir kembali dijalankan sehingga kebutuhan yang dikeluhkan kalangan buruh tidak akan perkepanjangan dan bisa mencari rezeki untuk kebutuh hidup. Saya mewakili pemerintah menghimbau kepada importir untuk kembali beraktifitas," kata Said.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Traveler
Warga Indonesia Masuk Malaysia Tak Perlu Booster atau Tes Antigen
-
Hukrim
Masuk Daftar Cekal, Indonesia Tolak WNA Malaysia di Pelabuhan Dumai
-
Ekbis
PT Sari Dumai Sejati Bersama KSOP Dumai Latihan Exercise ISPS Code

