Polair Rohil Amankan 6 Nelayan Tanjung Balai Asahan
Rabu, 11 Maret 2015 16:39 WIB
ROKAN HILIR - Enam nelayan asal Tanjung Balai Asahan, Sumutera Utara (Sumut) diamanakan di Satuan Polisi Perairan (Sat Pol Air) Polres Rokan HIlir, Jalan Pelabuhan Baru Bagansiapiapi. Pengamanan itu merupakan penyelamatan sementara atas amukan nelayan Panipahan.
Pantauan wartawan, Rabu (11/3/15), enam orang nelayan ini duduk dibagian depan Sat Pol Air, Polres Rohil, setelah dua kapal mereka dibakar nelayan Panipahan, Selasa (10/3/15).
Menurut Ps. Kanit Gakkum Sat Pol Air Polres Rohil, Brigadir Riswan Efendi, Rabu (11/3/15), kronologis kejadian, Senin (9/3/15) sekira pukul 14.00 WIB, Gunawan alias Sigun (nakhoda boat tanpa nama mesin Dompeng 23, bersama dengan rekannya Pilot alias Ilot dengan Asrijal alias Sias dengan menggunakan Boat/pompong tanpa nama GT 3 bermensin dompeng 23 dan saudara M Tohir alias Tohir (nakhoda boat tanpa nama mesin dompeng 23) bersama-sama dengan saudara Suhadi alias Didi dan Suryanto alias Eri dengan menggunakan boat/pompong tanpa nama GT.3 bermesin Dompeng 23 berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju perairan Tanjung Bangsi untuk menangkap ikan dengan menggunakan jaring Trowl Mini.
Sekira pukul 21.00 WIB mereka istirahat, lalu sekira pukul 05.00 WIB Selasa (10/3/15) mulai melabuh jaring trowl dan menariknya.
Setelah menarik jaring selama 2,5 jam jaring trowl itu diangkat untuk mengambil hasil tangkapan, setelah mengambil hasil tangkapan, jaring dilabuh dan ditarik kembali.
Pada saat untuk mengangkat jaring untuk kedua kali sekira pukul 07.00 WIB, tiba-tiba mereka melihat rombongan nelayan dengan menggunakan boat pompong (tuamang) Panipahan berlayar mendekat boat/pompong mereka.
Setelah mereka sampai di boat/pompong mereka, rombongan nelayan asal Panipahan tersebut meneriakkan kata-kata "tarik, tarik" dan mereka langsung menarik pukatnya.
Setelah pukat naik ke boat/pompong mereka ditarik (digandeng) menuju Panipahan dengan menggunakan baot/ tuamang nelayan Panipahan.
Setelah digandengkan kurang lebih 3 jam, tepatnya dilampu suar Panipahan seluruh boat nelayan tersebut bertambat dan beberapa saat lagi datang puluhan boat tuamang Panipahan.
Sekira pukul 11.15 WIB, datang speed boat Dinas Perikanan dan Kelautan Panipahan, merapat dan merapat ke boat/pompong mereka dan anggota Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut menyuruh mereka masuk kedalam speed Dinas Perikanan dan Kelautan Panipahan.
Setelah berada didalam speed patroli Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut mereka melihat petugas Dinas Perikanan dan Kelautan mengumpulkan nelayan Panipahan, namun mereka tidak mengetahui persis apa yang mereka (nelayan Panipahan dan petugas Dinas Perikanan dan Kelautan, red) bicarakan.
Beberapa saat mereka melihat ada kebakaran dan setelah mereka pastikan ternyata boat/pompong merekalah yang terbakar sekira pukul 14.00 WIB.
Setelah air pasang, mereka dibawa ke Bagansiapiapi dengan speed patroli Dinas Perikanan dan Kelautan.
"Sekitar jam 17.00 WIB sampai di Bagansiapiapi dari Panipahan dibawa oleh Dinas Perikanan, diamanakan di kantor Polair ini dari amukan masa sementara," ujar Brigadir Riswan Efendi.
(nop/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Ratusan Alumni Akademi Martim Indonesia Medan di Dumai Gelar Bukber
-
Maritim
Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Miliki Kampus Jurusan Maritim
-
Maritim
Sukseskan Poros Maritim, Dumai Bakal Dapat Anggaran dari Pusat
-
Maritim
Nelayan Meranti Kecewa Pelatihan Pengoperasian Alat Tangkap Gill Net Ditunda
-
Maritim
Industri Maritim Diuntungkan Fasilitas LNG Blok Masela
-
Maritim
Panglima Koarmabar Klaim Situasi Laut Indonesia Masih Aman

