Panglima Koarmabar Klaim Situasi Laut Indonesia Masih Aman
Senin, 17 Agustus 2015 12:40 WIB
DUMAI - Panglima Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI AL mengaku tindak kejahatan dan pelanggaran di laut sejauh ini masih bisa ditekan dan kondisi keamanan sendiri dinyatakan masih dalam kondisi aman dan kondusif.
"Setiap kejadian pembajakan kapal atau pelanggaran lain sebagian besar berlokasi di perairan luar perbatasan. Komando Armabar terus meningkatkan pengawasan dan penjagaan keamanan laut dari tindak kejahatan dan pelanggaran," kata Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI A Taufiqoerrahman, akhir pekan kemarin.
Dikatakan Taufiq, dilakukannya penanganan tindak kejahatan di laut yang terjadi diluar perairan Indonesia oleh unsur TNI AL karena pelaku atau korban bergerak menuju perbatasan. Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, pelanggaran tersebut maka segera dilakukan penanganan dan upaya penyelamatan di perairan.
"Pembajakan kapal MT Joaquim terjadi sekitar satu mill di luar perairan wilayah kita, namun karena kapal bergerak menuju wilayah perbatasan, maka kejadian itu langsung ditangani oleh unsur TNI AL," jelasnya saat menggelar ekspos kasus perompakan Kapal MT Joaquim.
Ditambahkan Taufiqoerrahman, kejadian Kapal MT Joaquim yang dikuras muatan minyak oleh kawanan perompak tepatnya berlokasi di sekitar perairan Malaysia di Utara Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. Penanganan MT Joaquim karena Koarmabar melalui Wastern Fleet Quick Respone (WFQR) mendapat informasi kejadian.
"Mendapat informasi itu kita langsung mengerahkan unsur gelar yang beroperasi di wilayah sekitar untuk melakukan pencarian dan evakuasi kapal serta korban. Kapal asing ini ditemukan di perairan utara Pulau Rupat pada posisi 02 03 40 LU - 101 59 39 BT berkat kerjasama tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura," jelasnya.
Pihaknya juga mengindikasi, bahwa perompak terindikasi pelaku lintas negara dan menggunakan senjata pistol, parang dan kapak serta penutup muka, setelah menguras muatan minyak seluruh anak buah kapal disekap di salah satu ruangan. Untuk kepentingan penyelidikan, nakhoda dan tujuh anak buah diamankan.
Penyelidikan sementara Koarmabar menyimpulkan bahwa kejadian perompakan MT Joaquim diduga direkayasa untuk kepentingan tertentu, seperti menghindari pajak atau ingin mencari keuntungan asuransi. Selain itu, muatan 3.500 ton light crude oil (LC) di atas MT Joaquin yang dirompak diketahui tidak dilengkapi dengan dokumen resmi.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Wali Kota Blitar Jadi Korban Perampokan, Polisi Kantongi Pelaku Rampok
-
Hukrim
Polda Riau Tangkap 2 Residivis Perampas Rp100 Juta Milik Toke Sawit di Kampar
-
Hukrim
Merampok di Inhu Dua Pelaku Ditangkap di Jambi
-
Maritim
Ratusan Alumni Akademi Martim Indonesia Medan di Dumai Gelar Bukber
-
Hukrim
Polres Dumai Tangkap Dua Warga Pekanbaru Terlibat Pencurian
-
Hukrim
Polres Inhil Berhasil Tangkap Tiga Rampok Bank BRI Kotabaru

