Sukses Garap Bawang, Bupati Kampar Rancang Pengembangan Peternakan
Minggu, 22 Desember 2013 22:33 WIB
TAMBANG - Perasaan Jefry Noer langsung sedih saat melihat bangunan kandang ternak yang ada di komplek Balai Pembibitan Peternakan Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Ahad (22/12/13) sore. Tujuh kandang besar yang berada atas lahan 8,5 hektar itulah yang jadi masalah.
Empat kandang kosong melompong tak terurus. Lalu ada pula satu kandang yang sudah taka da lagi tempat pakan dan minum ternak, meski di sana ada dua ekor sapi Fries Holland FH. Satu baru melahirkan dan satunya lagi menunggu hari untuk melahirkan.
Tiga kandang lagi, nasibnya nyaris sama. Dua kandang dihuni oleh sapi FH dan sisanya Sapi Bali. Satu unit mobil truk butut keluaran 2001, baru saja keluar dari komplek itu. Hanya kandang kambing di bagian barat yang kelihatan bagus. Di sana, ada sekitar 40 ekor kambing pejantan, indukan dan anak.
“Saya ndak mau mencari siapa yang salah atas kondisi ini. Ini bukan kesalahan Unit Pelaksana Teknis Dinas maupun Dinas Pertanian Peternakan. Banyak faktor yang membikin pemanfaatan komplek ini menjadi tidak maksimal. Salah satunya kesalahan penganggaran,” kata Jefry. Lelaki ini bersama anggota DPR RI HM Nasir, Kepala Cabang Bank Bukopin Pekanbaru Agus Pambudi Raharjo dan Camat Tambang Rahmat.
Biar pemanfaatan komplek ini maksimal, Jefry pun berencana menggandeng pihak ketiga untuk membikin komplek itu kinclong dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Sebab kelak, di komplek ini bakal dibikin tempat pelatihan peternakan.
UPTD kata Jefry tetap berkantor di komplek itu. tugasnya, selain pengembangan ternak, juga secara kontiniu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat beternak sapi, kambing. “Berapa hasil yang bisa diraup oleh peternak juga musti dijelaskan,” katanya.
Urusan marketing, nanti bakal dibantu oleh pihak ketiga tadi. “Jadi, di sinilah nanti tempat pelatihan bagi masyarakat yang mau beternak. Ada pola chanelling dan ada pula pola dana bergulir. Yang pasti, mereka dapat ilmu dulu di sini, biar hasil ternak mereka makin bagus. Kalau hasil bagus, tentu kita akan bisa memenuhi kekurangan sapi qurban di Riau yang mencapai 27 ribu ekor per tahun itu,” ujarnya.
Saat ini, ada sekitar 64 ekor sapi FH di komplek itu. lalu ada pula 30 ekor Sapi Bali. Saban hari, 25 ekor sapi FH itu mampu menghasilkan hampir 200 liter susu. Susu tadi kemudian dibagikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) yang ada di kecamatan Tambang, Kampar dan Kampar Timur. Hingga November 2013, sudah ada lebih dari 141 ribu orang siswa yang menikmati hasil perahaan susu sapi di komplek itu.
“Nanti kalau komplek ini sudah kita tata, kita akan membangun lima komplek yang sama di zona-zona strategis yang ada di Kabupaten Kampar. Biar masyarakat tak jauh-jauh datang ke sini menimba ilmu. Inilah salah satu cara kita untuk mendongkrak ekonomi masyarakat demi mewujudkan zero kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh itu,” ujarnya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

