TNI AL Siagakan 3 Kapal Perang di Laut Kepri
Sabtu, 05 Oktober 2013 22:43 WIB
KEPRI, RIAUHEADLINE.COM– Sebanyak 3 kapal perang disiagakan TNI AL di Laut Kepri sebagai tindakan pengamanan di kawasan perbatasan atau gerbang utara Indonesia, khususnya di perairan Laut China Selatan di Natuna, Kepulauan Riau.
“Potensi kerawanan itu jelas ada, terutama di utara Indonesia yang berada di Laut China Selatan dan TNI Angkatan Laut menyiagakan dua sampai tiga KRI untuk pengamanan perbatasan itu,” kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Agus Heryana seusai mengikuti upaca HUT TNI ke-68 di Tanjungpinang, Sabtu (5/10/2013).
Heryana mengatakan, wilayah Kepulauan Riau (Kepri) sangat strategis dan berbatasan dengan sejumlah negara, selain di Selat Malaka, potensi kerawanan di sekitar Laut China Selatan juga menjadi perhatian utama oleh TNI Angkatan Laut.
“Kami berusaha sekuat tenaga memperkecil kerawanan-kerawanan yang terjadi di perbatasan itu,” ujarnya.
Selain menjaga kedaulatan negara di laut dari ancaman negara asing, TNI AL juga berupaya mencegah terjadinya aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal nelayan asing yang sering beroperasi di Laut Natuna atau Laut China Selatan.
“Kami terus melakukan penangkapan terhadap kapal-kapal nelayan asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia dan beberapa waktu lalu kami mengamankan kapal nelayan asing di perairan Kepulauan Anambas,” ujar dia.
Untuk pengamanan jalur perdagangan dunia di Selat Malaka dan Selat Singapura, TNI AL menurut Heryana juga bekerja sama dengan sejumlah angkatan bersenjata negara tetangga untuk pengamanan, termasuk operasi pengintaian udara oleh TNI Angkatan Udara dengan operasi “Eyes in The Sky (EiS)”.
“Mengenai pelanggaran batas negara oleh asing di perairan Kepri juga sangat jarang terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Korem 033/Wirapratama Kepri, Brigjen TNI B. Zuirman mengatakan, pengamanan perbatasan merupakan tugas pokok TNI dengan menempatkan sejumlah pasukan di wilayah perbatasan yang mempunyai potensi kerawanan.
“Kami juga menempatkan satu batalyon pasukan Yonif 134 di Pulau Nipah yang berbatasan dengan Singapura dan di Pulau Sekatung, Natuna bersama satu kompi pasukan Marinir untuk pengamanan,” kata Zuirman.
Danrem dan Danlantamal juga mengatakan, selain kekuatan TNI, peran penting masyarakat menjaga kedaulatan negara di perbatasan juga sangat dibutuhkan.
“Dengan tema HUT TNI sekarang ‘bersama masyarakat TNI Kuat’ sangat tepat sekali, karena peran serta masyarakat untuk menjaga kedaulatan itu sangat dibutuhkan,” ujar Zuirman.
Sumber : Bisnis-Kepricom
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

