Awas Calo CPNS, Satu Kursi Ditarif Rp 100 Juta
Minggu, 07 September 2014 18:54 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengimbau masyarakat, untuk menghindari praktek pancaloan pada tes CPNS tahun ini.
Pemerintah menegaskan tidak ada pungutan dalam proses seleksi abdi negara ini.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPAN-RB Herman Suryatman mengatakan, bangku cadangan yang ditawarkan oleh para calo sejatinya tidak ada.
Pemerintah tidak akan memaksakan pemenuhan seluruh kuota CPNS tahun ini, yakni 65 ribu kursi. "Jangan percaya. Calo hanya lempar-lempar saja. tidak ada itu (bangku cadangan), kalau yang lolos 60 ribu, tidak akan dipaksakan sampai kuota penuh," urainya.
Alasan lainnya, lanjut dia, pada tahun ini tes seleksi abdi negara ini akan dilakukan dengan memanfaatkan sistem komputer atau computer assisted test (CAT).
Dengan begitu, hasil ujian peserta tes CPNS akan langsung muncul usai ujian, sehingga tidak akan dapat membuka peluang untuk dipalsukan.
"Jadi tidak ada peluang untuk calo. Itu waktu 100 menit untuk mengerjakan 90 soal. Selesai, klik ada hasil. Nah, kalau tidak memenuhi passing grade maka ya tidak lolos, mau anaknya jendral kalau tidak memenuhi ya gak lolos," urainya.
Diakuinya, praktik ini memang masih banyak terjadi. Para calo biasanya menawarkan satu kursi dengan imbalan Rp 100 juta.
Modus tipuannya pun beragam, mulai dari mengenal pegawai dalam instansi yang membuka lowongan hingga mengaku sebagai petugas seleksi itu sendiri.
Namun, ia menegaskan bahwa tahun ini tidak akan ada praktik tersebut. "Jangan percaya calo, kalau ada lapor aja polisi," tandasnya.***(jpnn)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

