• Home
  • Nasional
  • Dulu Jual Ikan, Susi Pudjiastuti Kini Jadi Menteri Perikanan

Dulu Jual Ikan, Susi Pudjiastuti Kini Jadi Menteri Perikanan

Minggu, 26 Oktober 2014 19:27 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya mengumumkan sekaligus memperkenalkan jajaran menteri-menteri kabinet Kerja untuk periode 2014-2019 di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014). 

Kabinet Kerja ini tidak hanya dihiasi wajah tokoh-tokoh baru yang sama sekali belum pernah berkecimpung dalam kabinet. Namun beberapa di antaranya adalah wajah lama yang pernah duduk di kabinet.

Presiden Jokowi menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Jokowi punya alasan kuat menunjuk Susi.

"Beliau ada wirausahawati, pekerja keras, mulai dari nol. Beliau juga berhasil mensinergikan sektor perhubungan dan kemaritiman. Beliau mulai usaha dari jualan ikan. Saya yakin akan ada terobosan di bidang kelautan dan perikanan," ujar Jokowi.

Nama Susi Pudjiastuti dikenal sebagai pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.

Perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini cukup sukses dengan bisnis penyewaan pesawat sekaligus penerbangan perintis.

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran pada 1983. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek Susi Brand.

Bisnis pengolahan ikannya meluas hingga ke Asia dan Amerika. Maka pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 Miliar menggunakan pinjaman bank. Pesawat pertamanya ini digunakan untuk mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli agar masih dalam keadaan segar.

Bisnisnya mendapat dukungan kuat dari sang suami Christian von Strombeck. Dengan berbekal satu unit pesawat itu, Susi mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation.

Saat bisnis perikanan merosot, Susi menyewakan pesawatnya. Selama tiga tahun berjalan, perusahaan penerbangannya semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. 

Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 45 pesawat terbang beragam jenis.

Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. 

Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009. 

Pada tahun 2008, dia melebarkan bisnis penerbangan dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.***(merdeka)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar