Keempat Kalinya Diterima Kota Pelabuhan
Kadisnaker Dumai Terima Penghargaan Pembina K3 Nasional 2015
Jumat, 11 September 2015 08:26 WIB
DUMAI - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, Amiruddin menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Nasional Tahun 2015, yang secara langsung diserahkan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri, Kamis (10/9/15) dalam acara malam Penganugrahan Life Savety di Hotel Bidakara Jakarta.
Penghargaan tersebut diperoleh berdasarkan hasil evaluasi tingkat pusat dengan mempertimbangkan pelaksanaan uji petik berdasarkan laporan lembaga audit SMK3. Penghargaan ini merupakan ke empat kalinya diterima Pemerintah Kota Dumai, karena dinilai telah suskses mendukung program pemerintah pusat dalam rangka budaya K3.
Dari penjelasan Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa penghargaan dimaksud diberikan kepada 15 dari 33 Gubernur se-Indonesia dan kepada 27 Bupati dan Walikota dari 488 Kabupaten /Kota se-Indonesia. Penghargaan ini dinilai paling sukses dalam pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja di daerahnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, Amiruddin, seusai menerima pengrahgaan tersebut menjelaksan kepada riauheadline.com, bahwa penghargaan yang diterima adalah prestasi luar biasa bagi Pemerintah Kota Dumai bersama pelaku usaha yang menerapkan K3.

Teks Photo: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai Drs. H. Amiruddin, MM foto bersama dengan sejumlah pejabat dari masing-masing utusan perusahaan usai menerima penghargaan pembina K3 Nasional 2015 dari Menteri Tenaga Kerja RI Muhammad Hanif Dhakiri.
"Terimakasih kepada semua perusahaan dan lembaga yang ada di Dumai karena sudah menerapkan sistim kerja serta manajemen kerja yang memberikan kepastian rasa aman dan nyaman serta keselamatan kerja kepada para karyawannya merupakan sebuah kebijakan yang menguntungkan semua pihak," kata Amiruddin, di Jakarta.
Dijelaskan dia, pradikma baru dalam duni usaha dan dunia kerja dimana karyawan tidak lagi di pandang sebagai pekerja tetapi sudah dipandang sebagai mitra dan asset perushaan yang harus dijaga dan di pelihara dengan baik. Begitu pula sebaliknya, karyawan tidak sebatas merasa menjadi pekerja tetapi merasa memiliki terhadap perusahaan.
"Sehingga komitmen dan tanggungjawab kerja semakin meningkat, semangat kerja yang tinggi dengan hasil produksi yang tentu meningkat. Dengan demikian kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan tersebut terjamin dalam kepastian dan tanggungjawab. Mudah-mudahan prestasi gemilang ini akan terus ditingkatkan kedepannya," harap Amiruddin.
Sebanyak 11 perusahaan yang nihil kecelakaan kerja (zero accident) tahun 2015. Ada pun 11 perusahaan yang berhal menerima penghargaan zero accident tahun 2015 diantaranya PT. Kuala Lumpur Kepong (KLK), PT. Kreasi Jaya, PT. Pacifik Indo Palm, PT. CPI Unit Fire Emergency Respone Team North Dumai.
Kemudian disusul perusahaan PT. CPI Unit Hydrocarbon Transportation dan Dumai OPS, PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai, PT. Sondang Natiur, PT. Instruction, PT. Pelabuhan Indonesia, PT. Patra SK dan Hotel Grand Zuri. Ke 11 perusahaan ini sudah komitmen menerapkan sistem K3 yang cukup bagus.
Sebelumnya, seluruh perusahaan di kota Dumai menjadi sasaran penilaian K3, dari hasil penilaian yang dilakukan oleh tim K3 Pusat ada 11 perusahaan di kota Dumai yang memenuhi kriteria K3 dan mendapatkan penghargaan K3 terbaik karena berhasil menerapkan zero acctident.
"Syukur Alhamdulilah kita berhasil mempertahankan penghargaan Pembina K3 Nasional 2015 dari Kemenakertrans RI. Ini penghargaan ke empat kalinya diraih Kota Dumai. Dengan peraihan ini, tentunya kita tidak harus puas diri dan jika bisa menjadi cambuk ke depan menjadi lebih bagus dalam menerapkan program K3," kata Amiruddin.
Penganugerahan penghargaan pembina K3 Nasional merupakan motivasi dan mendorong untuk lebih semangat lagi dalam melakukan pembinaan K3 di perusahaan maupun kepada tenaga kerja dalam upaya mewujudkan Zero Accident, sehingga penghargaan K3 dapat dipertahankan dimasa-masa yang akan datang.
Keberhasilan Pemerintah Kota Dumai meraih penghargaan K3 sudah barang tentu menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dalam melakukan pembinaan program K3 di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Dumai. Pemberian penghargaan tidak dilakukan sebarangan semuanya melalui proses seleksi dan penilaian yang cukup ketat.
Penghargaan K3 yang diraih Kota Dumai menjadi bukti nyata keseriusan Disnakertrans Kota Dumai mensukseskan Budaya K3 dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan yang beroperasi di kota Dumai.
Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LP2K3) dan Ahli K3 (AK3) sudah dibentuk di perusahaan di Dumai. Untuk mempertahankan Penghargaan K3, Pemko Dumai menghimbau perusahaan di Kota Dumai agar menerapkan budaya K3 sehingga angka kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin.
Tujuan dasar dari penerapan K3 adalah mencegah atau mengurangi kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan terjadinya kejadian berbahaya lainnya. Pelaksanaan K3 merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang sangat penting karena akan memengaruhi ketenangan bekerja, keselamatan, kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

