• Home
  • Nasional
  • Kasus Suap Pembahasan RAPBD Riau 2015 di KPK Kian tak Jelas

Kasus Suap Pembahasan RAPBD Riau 2015 di KPK Kian tak Jelas

Rabu, 25 Februari 2015 19:15 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dan mantan anggota DPRD Riau A. Kirjouhari sebagai tersangka dalam kasus suap pembahasan RAPBD Riau tahun anggaran 2015 beberapa waktu lalu. 

Namun, hingga kini kasus tersebut seakan hilang begitu saja karena pemeriksaan saksi-saksi sudah tidak ada lagi.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (25/2/15) terkait perkembangan dan sejauh mana kasus tersebut didalami KPK. Priharsa enggan berkomentar banyak, dia hanya mengakui kalau kasus tersebut masih didalami penyidik KPK.

"Kasusnya masih jalan, KPK masih terus mendalami kasus suap pembahasan RAPBD Riau tahun anggaran 2015, dengan tersangka AM dan AK," kata Priharsa.

Ketika ditanya, mengapa sekarang tidak ada pemeriksaan saksi-saksi lagi, seperti saat kasus itu pertama kali muncul dan menetakan Gubri nonaktif Annas Maamun dan mantan anggota DPRD Riau A Kirjouhari sebagai tersangka rutin ada pemeriksaan saksi-saksi, Priharsa berdalil kalau penyidik masih mengumpulkan alat bukti lainnya.

"Alat bukti itu kan bukan hanya pemeriksaan saksi-saksi saja, ada yang lain. Bisa saja lebih akurat dari saksi-saksi yang diperiksa KPK selama ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Priharsa mengatakan, penetapan Gubri nonaktif Annas Maamun sebagai tersangka dalam kasus suap pembahasan RAPBD Riau tahun anggaran 2015 adalah bersadarkan pengembangan kasus suap alih fungsi hutan di Riau. 

Di mana saat ini Annas Maamun sudah menjadi terdakwa dan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam kasus suap pembahasan RAPBD Riau tahun anggaran 2015 di KPK. Tapi hingga saat ini tak ada lagi saksi-saksi yang diperiksa, baik untuk tersangka Annas Maamun apalagi untuk terdangka mantan anggota DPRD Riau A Kirjouhari.

(jor/jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar