Pesan Terakhir Terpidana Mati Kasus Narkotika Buat Presiden Jokowi
Kamis, 28 Juli 2016 20:17 WIB
JAKARTA - Terpidana kasus narkotik asal Nigeria, Humprey Ejike, menyampaikan pesan untuk Presiden Joko Widodo, jelalng pelaksanaan eksekusi mati. Eksekusi itu disebut akan digelar Jumat dini hari nanti.
Melalui kuasa hukumnya, Ricky Gunawan, Humprey berharap Jokowi mendapatkan sentuhan Tuhan sehingga membatalkan eksekusi mati.
"Dia bilang, 'semoga Tuhan menyentuh hati Presiden Jokowi.' Itu disampaikan sore tadi. Karena dia kan pendeta di dalam Lapas, jadi dia menekankan itu," ujar Ricky saat dihubungi wartawan, Kamis (28/7).
Ricky berkata, Humprey juga sempat menyemangati tim kuasa hukum. Sebelumnya, Ricky mengaku sudah meminta maaf kepada Humprey karena gagal menghindarkannya dari eksekusi mati.
"Dia bilang saya agar tetap kuat, jangan kecewa dan sedih," kata Ricky. Humprey mengatakan, tim kuasa hukuumnya tidak gagal, tapi semata pemerintah yang diskriminatif terhadap narapidana asal Afrika.
Menurut Ricky, beberapa terpidana mati asal Afrika telah menunjukan ekspresi kekecewaan mereka terhadap pemerintah di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan.
"Terpidana mati dari Afrika mengeluh. Delapan dari 14 terpidana mati berkulit hitam,'" ujar Ricky.
Berdasarkan data yang dihimpun, ke-14 terpidana mati yang akan dieksekusi dini hari nanti tidak hanya berasal dari Indonesia. Terdapat sejumlah terpidana mati dari empat negara lain, yakni Zimbabwe, Nigeria, Pakistan, dan India.
Dua warga Zimbabwe yang akan dieksekusi adalah Ozias Sibanda dan Fredderikk Luttar. Sementara itu, terdapat lima warga Nigeria dalam daftar eksekusi mati, yaitu Obina Nwajagu, Humprey Ejike, Michael Titus Igweh, Okonkwo Nongso Kingsley, dan Eugene Ape.
Ada juga satu warga Nigeria berpaspor Senegal, yakni Seck Osmane. Dua terpidana berstatus warga asing adalah Zulfiqar Ali asal Pakistan dan Gurdip Singh asal India.
Empat terpidana mati lain yang akan dieksekusi berstatus WNI. Mereka adalah Freddy Budiman, Merry Utami, Agus Hadi, dan Pujo Lestari.
(cnn/cnn)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Hukrim
KPPBC Dumai Amankan Tersangka dan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia
-
Hukrim
Inilah Fakta Anak Lilis Karlina yang Masih Kecil Jadi Bandar Narkoba
-
Hukrim
BNN Tangkap Oknum Polisi dan Warga Sipil Bawa 50 Kilogram Narkoba di Dumai
-
Bengkalis
Bupati Bengkalis Buka Seminar Kebangsaan Peringatan Hari Anti Narkoba

