• Home
  • Nasional
  • Ryamizard Ryacudu Dengan Tegas Sebut Pembelian Senjata Harus Seizinnya

Ryamizard Ryacudu Dengan Tegas Sebut Pembelian Senjata Harus Seizinnya

Hadi Pramono Selasa, 03 Oktober 2017 19:22 WIB
JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dengan lantang mengatakan seluruh pembelian dan pemakaian senjata harus atas seizinnya. 

Termasuk 280 pucuk senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) untuk Korps Brimob yang tertahan di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten.

"Dari saya, Menteri Pertahanan, ngerti enggak? Semua senjata Menteri Pertahanan," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10).

Dia mengatakan, pemesanan 280 pucuk senjata 6.000 butir peluru sudah mendapatkan izin. Pihaknya bersama Polri tengah melakukan pengecekan agar ratusan senjata yang datang sesuai standar dan rencana pemesanan. 

"Iya sudah. Jadi dengarkan, semua senjata harus lewat menteri pertahanan. tidak ada TNI, Polri atau Bakamla. Saya yang menentukan," tegasnya. 

Meski demikian, Ryamizard mengaku belum mengetahui apakah senjata tersebut merupakan senjata dengan standar militer. Namun, dia harus memastikan masalah pembelian senjata tidak memicu gesekan antara institusi Polri dan TNI. 

"Itu saya lihat belum. Itu kan ada untuk tembak granat air mata dan segala macam itu. Makanya saya bilang tadi itu, kita harus jernih dulu melihatnya. Kalau kita sudah tidak jernih, berikutnya tidak jernih terus," tukasnya. 

Polri angkat bicara terkait impor 280 pucuk senjata dan sekira 6.000 butir peluru yang tertahan di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. 

Polri menyatakan pembelian ratusan senjata dan ribuan amunisi untuk keperluan Korps Brimob dalam rangka pembelajaran dan pelatihan siswa.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pembelian senjata tersebut sebelumnya dilakukan Polri pada tahun 2015 dan 2016 dengan mengajukan surat izin melalui Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. 

Sementara pembelian 280 pucuk senjata dan sekira 6.000 butir dilakukan tahun ini dan masih menunggu verifikasi pihak BAIS TNI.

"Korps Brimob sudah memberi tahu ke BAIS TNI. Untuk dicek oleh BAIS TNI, baru dikeluarkan surat izin," kata Setyo Wasisto saat konferensi pers di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9).

Hal serupa dikatakan Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail. Murad menjelaskan, ratusan senjata dan ribuan amunisi yang masih tertahan di Bandara Soekarno Hatta jenis Arsenal Stand Alone Grenade dan Amunition Castior. 

Menurut dia, senjata itu memiliki fungsi untuk mengejutkan pihak musuh bila bersembunyi sehingga target bisa ditemukan.

(mdk/mdk)
Tags Impor SenjataMenhanPembelian SenjataRyamizard Ryacudu
Komentar