Anggaran Tertahan, Dumai Terancam Tak Ikut Porpov VIII di Inhu
Senin, 14 Juli 2014 17:25 WIB
DUMAI - Sudah tujuh bulan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai tertahan di Bagian Kesra Sekretariat Pemerintah Kota Dumai. Hal itu berujung terancamnya Dumai tidak bisa mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau ke VIII yang dilaksanakan di Kabupaten Indagiri Hulu (Inhu) pada bulan Oktober 2014 mendatang.
Sekretaris KONI Kota Dumai Anora Arsan ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/7/14) mengatakan, ini yang membuat KONI merasa takut. Sebab, untuk Training Center (TC) saja sudah telat akibat tidak adanya anggaran. Sedangkan kegiatan lain juga berjalan terus-menerus yang membuat pihaknya berhutang dulu.
Ia menjelaskan, untuk persiapan Porprov VIII di Inhu Oktober mendatang, pihaknya sudah menjaring 447 atlet. Tes fisik para atlet sudah dilaksanakan bulan April lalu. Sementara jadwal Pelatda/TC seharusnya sudah berjalan sejak bulan Juni 2014 kemarin.
"Akibatnya, kita undur Pelatda/TC. Karena, untuk melakukan itu butuh biaya besar seperti biaya operasional atlet, uang saku dan biaya puding para atlet. Bagaimana kita bisa melaksanakan TC kalau anggaran tidak ada," tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, saat pembukaan Porkot III Kota Dumai, Desember 2013 lalu, Walikota Dumai Khairul Anwar mematok target kontingen Dumai berada pada tiga besar dalam ajang Porprov Inhu.
"Mengingat proses berjalan, kontingen Dumai belum melakukan persiapan apa-apa menghadapi pertandingan tingkat provinsi itu. Apa yang diinginkan menjadi sulit untuk dapat dicapai," katanya.
Dijelaskan Annora, mengenai anggaran KONI Dumai, pihaknya sudah mengajukan proposal dan syarat lengkap. Bahkan, pihaknya sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Dumai untuk mendapatkan anggaran rutin tahunan itu.
Ironinya, berbagai kejuaraan yang diikuti atlet Dumai kandas akibat biaya. Bahkan, ada yang berangkat mengikuti kejuaraan ke daerah lain, harus pulang cepat akibat tidak tersedianya anggaran yang cukup. Annora menyebut hal itu sangat memalukan bagi marwah Kota Dumai, yang kini berjuluk kota Pengantin Berseri itu.
Tidak tinggal diam, pengurus KONI juga sudah mencoba menyurati Pemko Dumai mengenai proses permohonan anggaran tersebut. Surat pertama dikirim pada tanggal 9 Juni 2014 lalu. Namun, sudah sebulan surat itu tidak ada tanggapan. Terpaksa, Selasa kemarin, KONI Dumai melayangkan surat yang kedua.
"Bahkan kami sudah marah-marah di Kesra. Apa masalahnya, dimana kekurangan kami. Ini sangat menguras energi kami, padahal anggaran itu jelas dasar hukumnya," katanya lagi.
Sedangkan anggaran untuk berangkat Porprov VIII Inhu juga masih tertahan. Itupun pada angka yang akan dikabulkan jauh dari harapan. Sehingga, akan berdampak terhadap atlet nantinya. Bayangkan saja, katanya, anggaran yang diajukan dalam Proposal Rp 7 miliar, sedangkan yang akan dikabulkan paling banyak Rp 1,2 miliar.
"Bagaimana kita mampu meraih prestasi jika perhatian pemerintah seperti ini. Nah, untuk antisipasi berbagai kemungkinan, kami buat proposal untuk berbagai perusahaan. Kami berharap ada sponsor. Sebab, kalau sempat tak ikut Porprov, tentu imbasnya terhadap marwah Kota Dumai," kata Annora Arsan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Dumai Faisal enggan menjelaskan. Ia hanya mengatakan kalau semua proses sudah dilaksanakan di bagian Kesra.
"Tanya aja ke bidang keuangan, kami hanya melaksanakan. Masalah pencairan ke bagian keuangan," tutupnya tanpa memberikan penjelasan sejauh mana proses pengurusan anggaran rutin KONI Dumai dan anggaran persiapan Kontingen Dumai menghadapi Porprov Inhu mendatang.***(via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

