Atlet Dayung Riau Sumbang Emas di SEA Games Myanmar
Jumat, 13 Desember 2013 16:11 WIB
PEKANBARU - Terpilihnya atlet dayung asal Provinsi Riau atas nama Eka Octarorianus memperkuat tim nasional dayung di SEA Games 2013 Myanmar ternyata tidak sia-sia. Pasalnya, Eka berhasil menyumbangkan satu medali emas di multi event tersebut.
Atlet dayung yang menjadi andalan Bumi Lancang Kuning ini berhasil mengantongi medali emas di nomor Canoing (2) jarak 500 meter berpasangan dengan Anwar Tarra atlet asal Sulawesi Selatan.
Di nomor Canoing (2) jarak 500 meter ini Eka Octarorianus dan Anwar Tarra menjadi tercepat dengan catatan waktu, 1 menit 49.594 detik setelah mengalahkan atlet Myanmar, Ye Aung Soe dan Win Htike dengan 1 menit 49.830 detik yang meraih medali perak.
Sedangkan medali perunggu diraih atlet Thailand, Phanudet Phetmikha dan Nares Naoprakon dengan waktu 1 menit 54.378 detik.
Demikian hal tersebut disampaikan Pelatih Dayung Riau, Amin Zebo, Jumat (13/12/2013). "Kita harus bersyukur karena atlet kita bisa meraih medali emas. Tentu saja ini menjadi salah satu harapan kita sebagai pelatih," katanya.
Sukses pasangan Eka dan Tarra sekaligus mempertahankan emas yang mereka raih ketika SEA Games 2011 lalu dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Eka yang berpasangan dengan Tarra juga menjadi terbaik di nomor ini setelah mengalahkan Myanmar di posisi kedua dan Thailand di posisi ketiga.
Bukan saja menyumbangkan medali emas, Eka juga telah mengantongi medali perak melalui nomor Canoing (1) setelah kalah dengan atlet tuan rumah. Namun, demikian diharapkan Eka mampu kembali meraih medali. Pasalnya, masih ada beberapa nomor lagi yang akan diikutinya.
Ucapan rasa syukur terebut juga diucapkan Ketua Harian Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Podsi), Sanusi Anwar.
"Saya baru mendapat laporan bahwa Eka berhasil menyumbang emas di nomor Kano putra berpasangan Anwar Tarra. Alhamdullah ternyata Eka berhasil memberi yang terbaik bagi Merah Putih. Mudah-mudahan Eka bisa menyumbang medali di nomor lainnya," Katanya.***(mus/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

