• Home
  • Ekbis
  • Harga Sawit Tembus Rp 1.700 per Kilogram

Harga Sawit Tembus Rp 1.700 per Kilogram

Jumat, 13 Desember 2013 16:13 WIB

TELUK KUANTAN - Petani sawit yang ada di Kuansing kembali dapat bernafas lega. Alasannya, harga sawit terus mengalami kenaikan dari harga Rp 1000 mencapai harga Rp 1.700 per kilogram.

"Alhamdulillah, sekarang harga sawit terus naik, tentunya ini membuat petani sawit kita agak tersenyum," kata Fajri, salah seorang petani sawit di Teluk Kuantan, Jumat (13/12/2013).

Fajri menyadari, harga sawit yang berlaku di tengah masyarakat, terutama di kalangan Tauke tidak sama dengan harga sawit yang ada di perusahaan. Harga sebesar Rp 1.700 per kilogram ini, menurutnya, merupakan harga di perusahaan. 

"Kalau harga sawit tembus Rp 1.700 ini di perusahaan, di tingkat tauke harganya berkisar Rp1.400 hingga Rp 1.500 per kilogram. Harga inilah yang dinikmati masyarakat yang bukan menjadi anggota plasma," ujarnya.

Sedangkan petani sawit yang menjadi anggota plasma, yang bermitra dengan perusahaan dengan pola KKPA, menurut Fajri, harganya mencapai Rp 1.700 per kilogram. "Memang harga sawit di kalangan petani plasma lebih mahal dari petani biasa," ujarnya lagi.

Menanggapi itu, Kadis Perkebunan Kuansing, H Wariman DW SP menyambut positif kenaikan harga sawit di tengah masyarakat saat ini. Namun demikian, diharapkannya supaya perusahaan-perusahaan yang ada di Kuansing tidak membedakan harga sawit. 

"Karena terkadang di perusahaan A sawit mahal dan di perusahaan sawit murah. Kita minta harganya itu sama," sarannya.

Naik dan turunnya harga sawit ini, menurut Wariman, dikarenakan pengaruh pasar dunia yang melibatkan pemerintah provinsi dan para pengusaha. "Tidak ada hubungannya dengan kita di daerah," katanya.***(mus/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar