• Home
  • Pendidikan
  • Dewan Minta Pemkab Meranti Tuntaskan Persoalan Mendasar Pendidikan

Dewan Minta Pemkab Meranti Tuntaskan Persoalan Mendasar Pendidikan

Sabtu, 08 Februari 2014 11:49 WIB

SELATPANJANG - Kebijakan Pemerintah menetapkan 20 persen alokasi belanja APBD untuk membiayai alokasi belanja sektor pendidikan, harus mampu dioptimalkan untuk membenahi dunia pendidikan daerah ini yang masih terpuruk. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  Kabupaten Kepulauan Meranti secara bertahap, harus mampu menuntaskan berbagai persoalan krusial mendasar yang selama ini menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan Meranti. 

Mulai dari persoalan pembenahan sarana dan prasarana infrastruktur penyelenggaraan pendidikan, penempatan guru yang tak merata hingga peningkatan kemampuan guru dalam menjalankan perannta sebagai seorag pendidik. 

Persoalan ini menjadi dimensi utama yang seharusnya menjadi target yang setiap tahun harus ada perubahan, bukan malah sebaliknya. 

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Merantu Afrizal Cik mengungkapkan hal ini, kemarin terkait kekecewaan banyak pihak terhadap penurunan kualitas pendidikan Meranti yang tidak relevan dengan besarnya alokasi anggaran yang diberikan. 

"Kita minta Disdik Meranti untuk focus membenahi berbagai persoalan mendasar yang membelit dunia pendidikan daerah ini. Jangan ikut-ikutan latah, menjadikan UN sebagai sasaran target yang harus menjadi prioritas sehingga persoalan mendasar terabaikan," katanya. 

Keberhasilan UN, menurut dia, bukanlah standar yang benar-benar baku untuk dijadikan bahwa pembangunan pendidikan daerah ini telah berkualitas. 
"Kelulusan seratus persen, itu hanyalah sebuah euphoria yang sekarang ini justri menyisakan sepenggal pertanyaan ditengah-tengah masyarakat. Apa betul kelulusan 100 persen itu murni, dengan kondisi pendidikan kita yang serba centrang prenang seperti ini," ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi persoalan pendidikan Meranti yang masih serba kekurangan ini, harusnya Disdik focus melakukan pemebenahan pada instrument-instrumen yang menjadi persoalan tersebut. 

"Sampai hari ini, kita masih dihadapkan dengan masih terbatasnya sarana infrastruktur pendidikan. Mulai belum terpenuhnya gedung sekolah yang rerprentatif, labor, perpustakaan, tidak meratanya penyebaran guru, kekurangan guru bidang eksakta hingga terbatasnya buku-buku penunjang," katanya. 

Dengan kondisi yang serba terbatasnya ini, jelas kemampuan pendidikan kita untuk bisa bersaing dengan daerah lain yang lebih maju, jauh tertinggal. 
"Dengan demikian, mana mungkin kita bisa mengejar target untuk mencapai kelulusan standar nasional. Untuk itu, focus pembangunan pendidikan Meranti harusnya diarahkan pada upaya pemenuhan fasilutas mendasar pendidikan itu dulu," jelasnya. 

Pangkas Yang Tak Perlu

Menyinggung terkait efesiensi program anggaran, Afrizal Cik mengingatkan agar Disdik Meranti benar-benar konsisten dalam menyusun alokasi kebijakan pengelolaan anggaran mengacu pada skala prioritas. 

Pengajuan anggaran harus benar-benar mencerminkan visi dan misi peningkatan kualitas SDM yang mengarah pada kepentingan masa depan. ‘program-program kegiatan yang tak relevan, tak perlulah lagi dianggarkan. 

"Termasuk kegiatan-kegiatan serimonial yang tak mendatangkan manfaat, pangkas. Kita focus dulu untuk menjawab berbagai persoalan mendasar pendidikan daetah ini. Kalau ini mampu diterapkan, Insya Allah hasilnya akan lebih maksimal," pungkasnya.***(hkc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar