- Home
- Pendidikan
- Disdik Pekanbaru Prihatin Kasus Penggerebekan di SMP Islam
Disdik Pekanbaru Prihatin Kasus Penggerebekan di SMP Islam
Selasa, 22 Maret 2016 19:06 WIB
PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal merasa prihatin dengan kasus penggerebekan terduga pengedar Narkoba di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus di Jalan Pembina, Kelurahan Limbungan, Rumbai Pesisir.
Meski demikian, Kadisdik mengatakan pihaknya menyerahkan seluruh proses penyelidikannya kepada penegak hukum. "Kita percayakan semuanya ke pihak yang berwajib," ujarnya singkat.
Penggerebekan itu dilakukan Tim Mabes Polri guna mengamankan salah satu pembina yayasan, Senin, 21 Maret 2016 yang diduga menjadi gembong Narkoba.
"Kami dari Disdik tentu prihatin. Tapi kami juga tak bisa bersikap, karena ini masalah hukum oleh pihak yayasan. Jadi ini tak ada kaitan sama kami," kata Jamal melalui jaringan seluler, Selasa (22/3).
Namun demikian, Jamal mengaku tetap memantau kasus ini. Jika perlu melakukan tes urin kepada siswa. Kasus seperti ini menurutnya tetap jadi perhatian baik masalah Narkoba atau teroris.
"Jadi kalau guru atau siswa yang terlibat, kami akan mengambil tindakan tegas. Namun karena ini di luar kewenangan kami, serahkan saja pada polisi," tutupnya.
Sedangkan Ketua Yayasan SMP Jannatul Firdaus Pekanbaru, Irwan Nasrul menilai kedatangan tim Bareskrim Mabes Polri ke sekolahnya di Kecamatan Rumbai Pesisir pada Senin (21/03/16) malam tadi sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas di sekolah tersebut.
Meski malam itu di TKP petugas memburu seorang terduga bandar narkoba hasil pengembangan kasus di Cirebon, namun Irwan membantah bahwa petugas bukanlah melakukan penggerebekan.
"Hanya melakukan pengecekan. Polisi datang baik-baik untuk mencari pak haji (An target operasi terduga bandar narkoba). Kami juga nggak tahu kalau pak haji jadi target polisi. Apalagi sampai terlibat kasus narkoba," katanya saat dihubungi wartawan.
Mengenai An atau yang akrab disapa oleh masyarakat setempat dengan panggilan pak haji tersebut, Irwan pun membenarkan bahwa yang bersangkutan memang merupakan bagian dari yayasan sekolah yang dipimpinnya.
Apalagi An adalah donatur tunggal di Yayasan SMP Jannatul Firdaus. Hanya saja, mengenai dugaan kasus narkoba yang disebut-sebut melibatkan An, ia menegaskan hal tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan sekolah.
"Selama ini beliau (An) memang di sini (SMP Jannatul Firdaus) sebagai donatur tunggal yayasan. Sudah satu setengah tahun. Tapi kalau untuk keterlibatannya dalam kasus narkoba, itu urusan pribadinya. Tidak ada kaitannya dengan yayasan dan sekolah. Kejadian semalam juga nggak mempengaruhi aktivitas kami di sekolah. Semua berjalan normal seperti biasa," sebutnya.
Sejak setahun lebih mengenal pak haji/An, ia pun menuturkan bahwa pak haji sendiri adalah pribadi yang berjiwa sosial. Tak pernah terlintas dibenaknya jika pak haji ternyata terduga bandar narkoba yang dicari-cari polisi.
(rdk/rtc/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Hukrim
KPPBC Dumai Amankan Tersangka dan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia
-
Hukrim
Inilah Fakta Anak Lilis Karlina yang Masih Kecil Jadi Bandar Narkoba
-
Hukrim
BNN Tangkap Oknum Polisi dan Warga Sipil Bawa 50 Kilogram Narkoba di Dumai
-
Bengkalis
Bupati Bengkalis Buka Seminar Kebangsaan Peringatan Hari Anti Narkoba
-
Hukrim
Kapolda Riau Minta Jajaran Tindak Tegas Bandar Narkoba

