Enam Dekade SMANSA Djaya Pekanbaru Berlangsung Meriah

Minggu, 02 Agustus 2015 17:52 WIB
Ketua umum alumni SMANSA Djaya Pekanbaru Andi Rachman bersama alumni dan kepala sekolah Dra. Wan Roswita, MPd, meniup lilin dalam peringatan HUT SMANSA Djaya ke 60 di Balroom Hotel Pangeran, Sabtu (1/8/15) malam.
PEKANBARU - Ikatan emosial itu kembali menyatu, meski setelah bertahun-tahun lamanya berpisah. Suasana itu tampak pekat sekali terjadi pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 1 Pekanbaru atau dikenal juga dengan SMANSA Djaya ke 60, Sabtu (1/8/15) di Balroom Hotel Pangeran, Pekanbaru. 

Peringatan ulang tahun itu tidak sekedar dimeriahkan ribuan alumni. Namun, para alumnilah yang menggagas kegiatan ‎tersebut, jauh-jauh hari sebelumnya. Sejumlah nama besar dan tokoh masyarakat yang berasal dari SMAN 1 Pekanbaru. 

Ketua umum ikatan alumni SMANSA Djaya Pekanbaru Anto Rachman beserta Sekretaris Umum Herman Ghazali. Selain itu juga hadir sederatan nama besar sekaliber Rudi Fajar, Direktur Utama PT Ria Andalan Pulp and Paper (RAPP), Joni Irwan hingga tokoh senior sekelas Abas Jamil. 

Ribuan alumni SMANSA Djaya yang sudah berada di berbagai tempat dan bidang pekerjaan menyempatkan hadir. Tak pelak, kegiatan itu menghantarkan mereka pada masa-masa remaja, kala menuntut ilmu di sekolah. 

Kesan yang begitu dalam terlihat kala semua alumni memberikan setangkai mawar merah kepada para guru mereka. Meski sudah tidak muda lagi, para alumni ini betul-betul menghadirkan para guru mereka yang masih hidup. Anto Rachman, tampak terharu kala menemui gurunya yang sudah sangat tua, untuk memberikan bunga kepada guru tersebut. 

"Kenanglah jasa guru, karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasa guru-guru kitalah, hari ini kita bisa begini, menapaki berbagai lembah kehidupan dan berhasil. Tidak ada yang lebih tinggi kiranya, selain dari bimbingan guru dan doa mereka, juga para orang tua kita," kata Anto Rachman dalam sambutannya. 

Anto menghimbau, agar semua alumni SMANSA Djaya di mana pun berada ‎harus kembali mengingat kenangan di sekolah. Apalagi, SMANSA Djaya merupakan salah satu sekolah tingkat atas yang tertua di Kota Pekanbaru. 

"Banyak tokoh yang lahir dari rahim SMANSA Jaya. Tidak dapat disebut satu persatu. Mulai dari pebisnis, akademisi, budayawan, penulis serta ‎politisi lahir dari sekolah kita. Maka, patut kiranya kita berkumpul untuk tetap berjuang bagaimana memajukan sekolah, mengenang jasa guru kita dan memberikan kontribusi nyata buat sekolah kita tercinta," kata dia. 

Herman Ghazali dalam sambutannya juga tampak haru. Ia mengatakan, kegiatan peringatan HUT SMANSA Djaya ke 60 ini mendapat antusias yang luar biasa dari para alumni. Sehingga, alumni dari angkatan pertama, yakni tahun 1958 sampai angkatan terakhir diundang. 

"Alhamdulillah, kita semua hadir disini. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa kita akan bersama kembali, bersenda gurau dan saling berjabat tangan," kata dia.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengundang seluruh guru dan seluruh mantan guru SMANSA Djaya. Sehingga, momentum ini merupakan momentum yang strategis untuk membangun emosional antara guru dan alumni.

"Mudah-mudahan, untuk selanjutnya, kita masih berada dalam persamaan bingkai alumni SMANSA Djaya. Sehingga kita dapat menciptakan momentum yang lebih meriah lagi dari ini," kata dia. 

(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar