• Home
  • Pendidikan
  • Guru di Meranti Dituntut Persiapkan Generasi Emas 2045

HUT PGRI Ke-68,

Guru di Meranti Dituntut Persiapkan Generasi Emas 2045

Senin, 25 November 2013 17:44 WIB

SELATPANJANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M Nuh, menyadari akan tantangan dan persoalan dalam mempersiapkan generasi 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, dan kejayaan Indonesia. 

Menurutnya tidak ada pilihan lain kecuali harus memperkuat layanan, baik akses maupun kualitas pendidikan kita, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Demikian disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan menyampaik sambutan M Nuh dalam rangka peringatan hari guru nasional 2013 dan hari ulang tahun ke 68 PGRI, Senin (25/11/2013).

Menurut M Nuh, semua menyadari dan memahami tentang arti penting dan mulianya pendidikan, tetapi di balik itu kita juga menyadari bahwa tantangan dan persoalan yang sedang dihadapi semakin berat, rumit, dan kompleks, terutama dalam rangka mempersiapkan generasi 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, dan kejayaan Indonesia.

Ia juga menjelaskan, kalau dicermati struktur penduduk kita pada tahun 2010, terdapat 46 juta anak usia 0 sampai 9 tahun dan 44 juta anak usia 10 sampai 19 tahun. Jadi, sekarang ini kalau kita ingin mempersiapkan generasi 2045, tidak ada pilihan lain kecuali harus memperkuat layanan, baik akses maupun kualitas pendidikan kita, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

"Pada tahun 2045, mereka akan berusia 35 sampai 44 tahun dan 45 sampai 55 tahun. Merekalah yang akan memimpin dan mengelola bangsa dan negara yang kita cintai ini. Mereka harus kita bekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan zamannya. Mereka harus memiliki kemampuan berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta bangga menjadi orang Indonesia, sebagaimana yang digagas dalam Kurikulum 2013," ungkap M Nuh.

Kemudian dikatakan lagi, prinsip yang dikembangkan adalah memberikan layanan pendidikan sedini mungkin (start earlier) melalui gerakan PAUD, memberikan kesempatan bersekolah setinggi mungkin (stay longer) melalui pendidikan menengah universal (PMU), dan peluasan akses ke perguruan tinggi.

Selain itu, Ia menambahkan, perlu memperluas jangkauan dan menjangkau mereka yang tidak terjangkau (rich wider) melalui program bantuan siswa miskin (BSM), Bidikmisi, dan sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T).

"Kita ingin agar anak-anak kita di manapun berada dan apapun latar belakang sosial dan ekonominya  dapat memperoleh layanan pendidikan setinggi mungkin. Pendidikan tersebut harus terjangkau dan berkualitas. Guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor penentunya sehingga mau tidak mau harus kita tingkatkan ketersediaan dan profesionalitasnya," ujar M Nuh lagi.

Dukung PGRI Jadi Organisasi Profesi Guru yang Kuat

Menteri pendidikan dan kebudayaan, Muhammad Nuh, mengaku siap memberikan dukungan penuh agar Persatuan Guru Republik Iindonesia (PGRI) bisa menjadi organisasi profesi guru yang kuat. 

Ini akan menghasilkan guru yang mampu mengembangkan kemampuannya secara mandiri, mampu sebagai sumber inspirasi dan keteladanan, kreatif, inovatif, dan menegakkan kode etik guru sebagai profesi.

Demikian disampaikan M Nuh dalam sambutannya bertepatan dengan peringatan hari guru nasional 2013 dan hari ulang tahun ke 68 PGRI, Senin 25 November 2013.

"Saya juga memberikan dukungan penuh agar PGRI bisa menjadi organisasi profesi guru yang kuat sehingga menghasilkan guru yang mampu mengembangkan kemampuannya secara mandiri, mampu sebagai sumber inspirasi dan keteladanan, kreatif, inovatif, dan menegakkan kode etik guru sebagai profesi. Kita semua berharap para guru dan tenaga kependidikan kita menjadi pembelajar dan pendidik sejati," kata M Nuh.

Ditambahkannya, sekarang ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang melakukan penataan sistem pendidikan guru, pelatihan berkelanjutan, pelindungan, dan peningkatan kesejahteraan guru.

Selain itu M Nuh juga menyampaikan, dalam peringatan hari guru tahun ini sengaja diambil tema "Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013". Hal ini dimaksudkan untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan dalam mempersiapkan generasi 2045.

Dengan demikian, menurut M Nuh pula, kurikulum 2013 yang digagas untuk mempersiapkan generasi 2045, generasi yang mampu berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta bangga menjadi orang Indonesia, dapat diwujudkan. M Nuh juga berharap semoga kita semua dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan termasuk bagian dari amal kebajikan. (Sawal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar