- Home
- Pendidikan
- Kabag Humas Jadi Ortu Asuh Anak Tidak Mampu
Ermitawati Kembali Sekolah lagi,
Kabag Humas Jadi Ortu Asuh Anak Tidak Mampu
Minggu, 27 Oktober 2013 16:18 WIB
MERANTI - Ernitawati (15) adalah seorang gadis kecil yang terlahir dari keluarga miskin yang berada dijalan pembangunan III Kelurahan Selatpanjang timur kecamatan tebingTinggi. Erni merupakan anak satu-satunya dari pasangan suami-istri Jefridin alias Jus (45) dan Istrinya Siti Fatimah (48).
Hidup dalam serba kekurangan itu sudah dijalani oleh kedua orang tua Ermi sejak puluhan tahun lalu, dan kondisi kehidupan kedua Orang tua ermi tersebut, di perburuk lagi sejak ayahnya Ermi Jefridin Mengalami kebutaan hingga tidak bisa meilihat sejak 12 tahun terakhir.
Hal itu menjebatkan kehidupan keluarga Ermi semangkin memburuk, ermi yang saat itu basih balita tidak mendapatkan kehiduapan sebagai mana anak-anak lainy yang seusiannya, sehingga tiada hari tampa penderitaan yang dilalui oleh keluarga malang tersbut. Untuk memmenuhi kebutuhan keseharian Ermi dan ayah yang megalami kebutaan tersebut, terpaksa bergantung kepada sayng ibunya Siti Fatimah.
Untuk memenuhui kebutuhan keluarga sang ibu harus bekerja keras, meskipun melalui belasan kasihan orang, namun sang ibu mampu menuhi kebutuhan keseharian keluarga tersebut, hingga menyekolahkan ermi di salah satu sekolah swata yang ada di selatpanjang.
Namun perjuangan gigih yang dilakoni oleh sang ibunya itu, hanya mampu menyekolah anak semata wayang itu sampai kelas 2 SMP,karena sang ibu yang tercinta juga megalami nasib yang sama seperti ayahnya. Mata sang ibunya juga tidak lagi bisa melihat sejak beberapa bulan terakhir disebabkan terserang Katarak.,maka lengkaplah sudah penderiatan yang di alami oleh keluarga malang tersebut.
Sejak itu Ermi tidak lagi masuk sekolah, selain disebabkan tidak lagi memiliki biaya untuk sekolah, ermi juga berkeinginan untuk mengurus kedua orang tuanya yang sudah tidak lagi bisa melihat seperti biasanya, shingga dirinya memutuskan untuk tidak lagi masuk sekolah.
Jangankan untuk biaya sekolah sedangkan untuk makan keseharian keluarga malang itu itu hanya mengaharpak uluran tangan dari keluarga dan masyarakat sekitarnya.meski begitu keluarga miskin tersebut tetap gigih menjalani kehidupan mereka meskipun dengan apa adanya.
Kembali sekolah
Mungkin ini yang disebut-sebut Reski tidak berpintu oleh orang tua-tua terdahulu,dimana diluar dugaan keluarga tiba-tiba saja keluarga malang tersebut, tersebut kedatangan tamu yang belum dikenalinya sama sekali yakni Kabag Humas Sekdakab Kepaulauan Meranti Ery suhairi yang segaja datang berkujung kerumah keluyarga berkunjung kerumah keluarga yang kurang beruntung tersebut.
Kedatangan Ery Suhairi kerumah keluarga tersebut bertujuan ingin menyampaikan maksud dan tujuannya , untuk menjadi orang tua Asuh bagi Ermi. Ery bermaksud ingin menanggung seluruh pembiayaan sekolah bagi Ermi hingga Selesai, dengan begitu nantinya di harapkan Ermi dapat membantu memperbaiki kehidupan kedua orang tuanya itu di kemudian hari.
“Niat mulai Kabag Humas Sekdakab Kepulauan meranti itu ternyata mendapat sambutan baik dari keluarga Ermi, dan keluarga tersebut juga berharap anaknya tidak mengalami nasib yang sama seperti yang dialami oleh kedua orangtuanya. Dan sang ayah juga meminta kepada anaknya untuk tidak terlalu memikirkan nasib kedua orang tuanya. Ia berharap anaknya bisa menjadi anak yang pintar dan kelak berguna bagi Negara ,bangsa dan agama.
Kabag Humas Sekdakab Kepoulauan Meranti Ery Suhairi saat di temui ditempat kegiatam Keluarga Ermi tersebut,jum’at (25/10) kemarin mengakui bahwa dirinya baru megetahui kondisi keluarga Ermi malang tersebut, setelah membaca di salah satu media yang memberitakan tentang kondisi kehidupan keluarga ini, dan berawal dari itulah saya tergugah ingin menjadi orang tua asuh bagi nak Ermi ini..
“Insah Allah kita akan biaya seluruh keperluan sekolahnya nanti, anak anak seperti ini memang sangat perlu kita perhatikan, saya hanya berpikir seandainya nasib yang dialami Ermitawati dialami oleh anak-anak kita bagai mana rasanya, untuk itu saya ingin membiaya sekolahnya, dan ini bukan yang pertama sebelumnya kita juga menyekolah tiga orang anak-anak tidak mampu Pelalawan,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Komunitas Mawartawan Peduli Kasih (Kowalisi) Syawaluddin, mengatakan, ini mungkin yang pertama kali pejabat di kabupaten kepulauan meranti ini yang bersediah menjadi orang tua asuh bagi anak-anak tidak mampu. Kita tentunya berharap aka nada lagi Ery Suhairi lainya yang tergugah untuk menjadi aorag tua asuh membantu dan menyekolahkan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sehingga akan lebih banyak lagi anak-anak tidak mampu yang bisa menikmati pendidikan yang layak,”harapnya.
"Kita bisa berandai-andai, sekiranya setiap kepala dinas kepala Badan dan Kabag-kabag dilingkup pemerintah kabuapten kepulauan Meranti ini masing mau menjadi orang tua asuh tentunya akan elbih banyak lagi anak di meranti yang bisa menikmati pendidikan, dengan begitu mereka juga secara individu juga telah berperan memerangi kemiskina di kabupaten ini, karena kebodohan itu merupakan langkah awal menuju kemisikinan," ungkapnya.
Ia berharap pemerintah kabupaten kepaulauan Meranti bisa menerapkan atau diwajibkan kepada setiap kepala SKPD, kepala Badan Kepala Kantor dan Kabag untuk menjadi orang tua asuh dari kalangan keluarga tidak mampu, dengan begitu peningkatan Sumberdaya masyarakat di Kabupaten kepulauan meranti kedepan akan jauh lebih baik lagi , denmgan bgitu pemerataan SDM dan Kesejahteraan masyarakat kedepannya akan lebih merata lagi. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

