YLPK Meranti Minta Disperindag Awasi Penyaluran BBM dari APMS
Selasa, 31 Maret 2015 17:20 WIB
MERANTI - Keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiun kini sangat sulit untuk didapat di Kabupaten Kepulauan Meranti, seolah menghilang dari peredaran pasca kenaikan harga oleh Pemerintah Pusat, beberapa hari belakangan ini.
Ketua Yayasan Lembaga Perlinduungan Konsumen (YLPK) Kabupaten Kepulauan Meranti Mulyono SE, kepada riauheadline.com, mengatakan ini sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah melalui instansi terkait melakukan pengawasan pada penyaluran BBM dari Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS).
"Ini sudah menjadi keluhan dan perlu adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah. Apalagi masyarakat untuk bisa mendapatkan besin dengan harga relatif mahal, jikapun ada yang menjual kini cukup membebankan masyarakat ekonomi rendah," ungkapnya, Selasa (31/3/15).
Pihaknya memberikan arahan dan salah satunya jalan untuk mengatisipasi agar tidak terjadi kelangkan BBM jenis premium tersebut, tentunya adanya pengawasan ketat dari Disperindag Meranti terhadap sejumlah APMS yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti ini.
"Kami juga akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM jenis premium tersebut, kedepannya kita merencanakan akan menjalin kerjasama dengan Disprindag maupun pihak terkait lainnya dalam melakukan pengawasan terhadap penayaluran BBM oleh AMPS," katanya.
Selain itu, YLPK Meranti berharap kepada Pertamina untuk dapat memberikan masukan kepada pihak pemerintahan agar tidak menaikan harga BBM tanpa melakukan pengkajian terlebih dahulu, karena dampak kenaikan BBM tersebut sangat fatal bagi perkembangan perekonomian masyarakat kecil.
Menurul Mulyono, naiknya harga BBM tanpa terkoordinir dengan baik tanpa adanya konsultasi dengan pihak DPR ini menyebabkan terjadinya dampak buruk pada perekonomian masyarakat, misalnya ketika harga minyak akan naik maka secara otomatis seluruh harga barang dagangan terutama barang-barang kebutuhan pokok akan megalami kenaikan.
Kemudian, ketika harga minyak turun tentunya harus dibarengai turunnya harag barang-barang tersebut, sehingga penurun harga minyak tersebut tidak berdampak kepada penurun harga dagangan di pasaran , ini tentu berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat ekonomi menengah bawah.
Sementara Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispridag) Kabupaten Kepaulauan Meranti Syamsuar Ramli, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sebenarnya dirinya tidak tahu secara pasti soal hilangnya BBM dari pasaran itu, namun yang jelas kelangkaan minyak yang terjadi sejak beberapa hari lalu itu tidak ada usur kesengajaan dari pihak penyalur maupun pihak pengencer, hal itu terjadi hanya karena sedikit keterlambatan.
"Sejumlah Kapal penggangkut BBM tersebut sudah sampai di Kabupaten Kepulauan Meranti, bahkan berdasarkan informasi yang kita terima, saat ini kapal penggangkut BBM tersebut itu sudah menyandar di pelabuhan AMPS terkait dan siang ini segera di bongkar dan bisa disalurkan," katanya.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kapolres Meranti Cek Kelangkaan BBM Akibat Keterlambatan Kapal Pengangkut
-
Hukrim
Mobil Tangki Pengangkut Biodiesel Pertamina Diduga Kencing Minyak
-
Ekbis
Bupati Kepulauan Meranti Duga Ada Permainan Harga BBM oleh Mafia
-
Ekbis
Warga Dumai Nilai Penurunan Harga BBM Tak Pengaruhi Kebutuhan Pokok
-
Ekbis
Pengecer Keluhkan Pengurangan Takaran BBM di Selatpanjang
-
Ekbis
YLPK Meranti Minta Disperindag Awasi Penyaluran BBM dari APMS

