• Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Gelar Aksi Turun Jalan dan Duduki Kantor DPRD Meranti

Prihatin Rendahnya Minat Baca Masyarakat,

Mahasiswa Gelar Aksi Turun Jalan dan Duduki Kantor DPRD Meranti

Rabu, 22 Januari 2014 18:16 WIB

SELATPANJANG - Rendahnya minat baca masyarakat di kepulauan Meranti ternyata mendapatkan sorotan dari kalangan mahasiswa, yang tergabung dalan aliansi GERAM (Gerakan masyarakat Membaca) Kabupaten Kepaulauan Meranti  bekerjasama dengan Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang kepulauan Meranti, Himpunan Pelajar Mahasiswa ( HiPma) TebingTinggi Barat dan Gerakan Pemuda Meranti Bersatu (GPMB) kabupaten kepulauan Meranti.

Puluhan  Mahasiswa yang tergabung dalam Geram tersebut Selasa (21/1) kemarin, mengelar orasi di ditaman cikpuan jalan Merdeka selatpanjang kemudian dilanjutkan ke Sekretariat DPRD Kepaulauan Meranti,di jalan dorak selatpanjang timur,  rombongan  mahasiswa tersebut, di terima Oleh Ketua Komisi I DPRD Kepaulauan Meranti , Dedi Putra Shi, Anggota Komisi II,Roby Handoko dan Anggota komisi III E.Miratna SH ,Adriansyah serta Sekretaris dewan (sekwan) DPRD Kepulauan Meranti Drs Iskandar.diruangan Rapat DPRD Kepulauan Meranti.

Dalam orasinya Rombongan mahasiswa tersebut, meminta kepada Pihak DPRD dan Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti dan  untuk turut bersama mensosialisasikan kontitusi dalam ketatanegaraan harus ditegakan dari aturan UUD sampai Perdes mengenai undang-undang kesejahteraan agar masyarakat dan stike holder yang ada di kepulauan Meranti untuk giat membaca.

“Kita  dari GERAM dan beberapa Ormas lain  siap bekerjasama dengan pemerintan daerah dan DPRDuntuk menjalankan program minat baca bagi masyarakat kepaulauan meranti," ungkap Rudy Ketua GPMB saat menyampaikan padangan di hadapan sejumlah Anggota DPRD yang hadir saat itu.

Menurutnya minat baca masyarakat di kabupaten kepualauan Meranti masih sangat rendah hal itu terbukti dari beberapa kantor perpustakaan yang ada masih sangat sepi pengunjung, padahal membaca merupakan bagian kebutuhan pokok para kaum cendiakiawan,kaum ilmuan,kaum yang mengedepankan ketauhidan pada pedoman dari mereka membaca.

Membaca juga diajarkan mulai dari tingkat SD sampai keperguruan tinggi artinya membaca merupakan bagian yang terpenting dalam untuk memajukan anak bangsa yang berbudi pekerti merujuk kepada moral bangsa agar mendapat riwad para pendahulu bangsa ini. Dengan mengedepankan kemerdekaan untuk mendapatkan pendidikan,kesejahteraan dan pelayanan secara garis horiszontal, dan juga mendapakan hak pemerintah yang berkaitan dengan meligitimasi UU yaitu DPRD.

"Saat ini budaya membaca  masyarakat kita di kabupaten kepulauan meranti semakin terkikis, sehingga lebih banyak  melakukan kegiatan-kegiatan yang megarah kepada pemborosan energy, seperti bermain geme dan sebagainya,  begitu juga dengan fasilatas membaca yang disediakan pemerintah seperti perpustakaan di beberapa kecamatan, namun sepi akan pengujung," sebut Rudy.

Sementara itu Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sadam Dewana mengatakan, berdasarkan hasil survey dan Investigasi Aktivis  dilapangan hapir 65 persen masyarakat,mahasiswa pelajar di  kabupaten kepaulauan meranti yang megetahui keberadaan perpustakaan akan tetapi mereka masih engan untuk datang keperpustakaan yang disediakan oleh pemerintah tersebut.
 
"Kita sangat prihatin saat ini minat baca masyarakat di kabupapaten Kepaulauan Meranmti sangat rendah, sehingga pengetahuan masyarakat kita pada umumnya juga terbatas pada hal sebagai mana kita ketahui, dengan membaca kita dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Sehingga tidak sedikit orang yang sukses dalam berkarir diawali dengan hobby membaca  buku, apa lagi buku itu juga merupakan bagian dari pada guru,bahkan guru saja harus  membaca sebelum memaparkan kepada sisiwa mereka. artinya membaca itu sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa khususnya di kabupaten kepulauan meranti," ungkap Adam.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra Shi, mengatakan bahwasyahnya pihak DPRD menyambut positif, kegiatan yang dilakukan oleh para Mahasiswa tersebut, bahkan menurut Dedi pihaknya akan memberikan apreasiasi serta  mendukung upaya  mensosialisasikan  minat baca  masyarakat yang dilakoni oleh para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan rakyat Membaca (GERAM) tersebut.

"Namun  demikian, untuk meningkatkan minat baca masyarakat itu tidak semudah membalikan telapak tangan, mungkin saja kerja keras yang  adik-adik lakukan pada hari ini hasilnya baru dapat dilihat secara kasat mata 5 tahun kedepan, untuk  itu kita perlu melakukan  sosialisasi secara rutin, melalui seminar, penyuluhan dan sebagainya termasuk mungkin melalu berbagai perlombaan . tapiyang pasti kita menyambut positif atas orasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa tadi," ungkap Dedi.

Sementara itu anggota Komisi III Ardiansyah, mengatakan minat baca masyarakat di kabupaten kepaulauan meranti memang masih sangat rendah, saya juga berharap akan ada upaya-upaya melaui penyuluhan dan seminar yang akan dilakukan oleh adik-adik mahasiswa yang tegabung di aliansi GERAM ini kedepannya dalam upaya meningkatklan minat baca masyarakat kita di kepaulauan meranti. Untuk itu kita memberikan apreasiasi kepada adik-adik semua yang peduli dengan berbagai kekurangan yang terdapat di masyarakat kita terutama rendahnya minat baca masyarakat ‘ungkap Ardiansyah.

Hal senada juga di Sampaikan Oleh anggota Komisi III DPRD Kepualauan Meranti lainya ,Emiratna (nanak) ,bahkan menurut nanak kita dari DPRD maupun pemerintah Kepulauan meranti sangat peduli terhadap pendidikan,bahkan sebagai bentuk kepedulian itu kita menggarkan sebesar 20 persen dari anggar APBD, sesuai dengan aturan yang berlaku ,artinya sekitar 298 meliyar  untuk pendidikan  dan termasuk untuk pengadaan buku,artinya dengan jumlah dana tersebut sudah cukup memadai untuk meningkatkan pendidikan termnasuk untuk pengembangan minat baca masyarakat.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar