• Home
  • Pendidikan
  • PLN Pekanbaru Pinjamkan Mesin Genset Kepada Sekolah Selenggarakan UN Online

PLN Pekanbaru Pinjamkan Mesin Genset Kepada Sekolah Selenggarakan UN Online

Minggu, 05 April 2015 15:26 WIB
PEKANBARU - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero akan meminjamkan mesin genset untuk sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UN Online") di Kota Pekabaru, Riau, untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik yang tidak terjadwal.

Kepala PT PLN Cabang Pekanbaru, Agustian, kepada Antara di Pekanbaru, Minggu, mengatakan sekolah penyelenggara UN online akan mendapat bantuan pinjaman mesin genset ukuran kecil yang mudah untuk dipindahkan pada pelaksanaan UN pertengahan April.  

"Sejauh ini pihak PLN sudah berkoordinasi dengan SMAN 8 untuk meminjamkan "mobile genset" milik PLN untuk pelaksanaan UN," ujarnya.

Diharapkan genst bisa bisa membantu apabila terjadi pemadaman listrik tidak terjadwal, katanya.

"Ini sebagai tindak lanjut karena pihak sekolah hanya memiliki genset kapasitas kecil yang tidak cukup untuk menunjang kebutuhan listrik kalau terjadi pemadaman listrik," kata Agustian.

Meski begitu, ia mengatakan pihaknya tidak bisa menjanjikan semua sekolah penyelenggara UN akan mendapat pinjaman genset, karena keterbatasan alat. "Kami tidak memiliki banyak genset seperti itu," ujarnya.

Sekitar 15.000 siswa SMA dan sederajat akan melaksanakan UN pada tanggal 15-16 April 2015. Sedangkan untuk pelaksana UN Online di Kota Pekanbaru tercata delapan sekolah yang dinyatakan siap, yakni SMAN 8, SMA Cendana, SMA Muhammadiyah, SMK 1, SMK Labor, SMK Muhammadiyah 2, SMKN 2 dan SMK Pertanian.

Agustian mengatakan PLN akan berupaya agar tidak terjadi pemadaman listrik selama pelaksanaan UN.

Ia mengatakan PLN membantu kelancaran persiapan ujian dengan mempercepat pengerjaan menaikan daya listrik di sekolah penyelenggara UN Online.

"Kami sarankan sekolah juga menyediakan alat UPS sehingga apabila terjadi pemadaman maupun kerusakan pada jaringan listrik, tidak langsung berdampak ke komputer," katanya.

Pihak sekolah penyelenggara UN Online merasa khawatir pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di Kota Pekanbaru akan mengganggu jalannya ujian. 

"Pihak sekolah sudah berupaya menambah daya listrik dan perangkat server komputer, tapi yang paling dikhawatirkan kalau terjadi listrik padam tidak terjadwal karena kami tidak bisa berbuat apa-apa," kata Wakil Ketua Kurikulum SMAN 8 Basri Ansyari kepada Antara.

Menurut Basri, pihaknya sudah mempersiapkan perangkat komputer dan infrastruktur jaringan internet pendukungnya untuk kesuksesan ujian. Namun, untuk masalah kelistrikan, pihak sekolah bakal kewalahan apabila terjadi pemadaman listrik.

Ia mengatakan ada 318 siswa SMAN 8 yang akan mengikuti UN Online. Mereka akan bergantian ujian dengan menggunakan 106 perangkat komputer di sekolah itu.

Secara internal, ia mengatakan pihaknya sudah menambah kapasitas daya listrik hingga 146 ribu kilovolt amphere (Kva) untuk menjamin kekuatan daya menopang kebutuhan listrik selama UN.

Hanya saja, pihak sekolah hanya memiliki satu mesin genset yang dinilai tidak akan mampu mencukupi kebutuhan listrik apabila terjadi pemadaman bergilir maupun pemadaman tidak terjadwal saat UN.

"Kalau dengan kapasitas genset yang ada, kami tidak bisa menjamin akan kuat untuk kebutuhan 106 komputer," ujarnya.

Karena itu, ia mengatakan pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk menyurati PLN Cabang Pekanbaru agar bisa menjamin layanan listrik tidak terganggu selama pelaksanaan UN.

"Sebabnya, SMAN 8 merupakan sekolah unggulan dan tidak ingin prestasi siswa menurun karena kendala listrik pada pelaksanaan UN. Pada UN tahun lalu, siswa kita lulus 100 persen," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT menganjurkan delapan SMA dan sederajat menyewa genset sebagai upaya antisipasi terjadinya pemadaman listrik saat pelaksanaan UN Online di kota itu.  

Ia menuturkan wilayah Pekanbaru belakangan ini sering terjadi pemadaman dengan berbagai alasan, baik yang diketahui dengan jadwal pemadaman sudah diatur, maupun karena diluar dugaan akibat terjadinya kerusakan mendadak. 

Untuk itu, pihaknya mengaku tidak ingin proses UN online yang baru perdana dicoba pada delapan sekolah tingkat atas wilayah itu terganggu.

"Kalau tidak bisa beli genset, sewa juga tak apa," kata Firdaus di Pekanbaru, terkait persiapan delapan sekolah di kota itu yang menyelenggarakan UN berbasis komputer.

(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar