• Home
  • Pendidikan
  • Pemkab Rohil Belum Mampu Perbaiki SD Filial Nyaris Roboh

Pemkab Rohil Belum Mampu Perbaiki SD Filial Nyaris Roboh

Selasa, 29 Desember 2015 19:59 WIB
ROKAN HILIR - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir belum punya anggaran untuk memperbaiki SD Filial di Kepenghuluan Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas. Padahal sekolah itu hampir roboh dan semakin memprihatinkan. 

Sebanyak 120 murid SD belajar di sekolah yang berafiliasi dengan SD Negeri 005 Sungai Daun itu pada pagi hari, dan sore harinya sebanyak 40 murid Mts Al Islami mengenyam pendidikan pada bangunan papan yang nyaris roboh itu. 

Papan tulis saja, harus menggunakan lima helai papan, dicat warna hitam, dan saat menulis, akan terasa permukaan yang tidak rata sehingga guru kesulitan. Kalau memakai papan tulis dari triplex tidak bisa, akibat atap sekolah bocor, yang mengakibatkan kelas basah, papan triplex mengelupas. 

Kondisi basah jika hujan ini mengakibatkan murid sering diliburkan, dan yang menyedihkan, di saat datang angin, mereka hanya bisa pasrah dan berdoa agar sekolah itu tidak roboh dan tidak menimpa mereka, karena sudah berbunyi-bunyi. 

Anehnya, meubeler untuk sekolah ini sudah ada, namun karena takut rusak, terpaksa meubeler itu dititipkan di rumah guru, agar tidak kena hujan. 

Lalu, doa dan tangisan sedih 160 murid beserta guru di sekolah itu sepertinya belum bisa berhenti, karena Pemkab Rohil belum memiliki anggaran untuk membenahi fasilitas pendidikan kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia tersebut. 

Kepastian belum ada anggaran dikatakan Kepala Dinas Pendidikan setempat, Drs. Amirudin, ketika dikonfirmasi, Selasa (29/12/15) di ruang kerjanya.  

"Dan SD filial ini memang sudah kita usulkan pembangunan infrastrukturnya pada 2016, tapi karna keterbatasan dana, kayaknya di 2016 belum bisa kita laksanakan. Kecuali nanti ada semacam dana khusus, yang diterima oleh pemerintah daerah, sebagai tambahan untuk mengalokasikan pembangunan infrastrutkur pendidikan di Rohil," kata Amiruddin. 

2016 ini, Dinas Pendiidkan katanya punya plafond biaya langsung cuma Rp160 miliar. Sementara Rp93 miliar saja sudah digunakan untuk membayar gaji honor guru di pada sekolah negeri maupun swasta. 

"Jadi kita tersedia biaya langsung Rp60 miliar. Rp60 mliar itulah yang kita gunakan untuk kegiatan rutin kita, kegiatan pelatihan guru, kegiatan untuk meningkatkan kualitas mutu anak didik, dan sebagainya, termasuk kegiatan pengadaan-pengadaan peralatan penunjang," ujarnya. 

Jadi persis tahun 2016 ini lebih ironis lagi, tak ada satupun infrastruktur yang dibangun berdasarkan anggaran yang tersedia, sementara, dalam Rencana Kerja SKPD ada. 

"Seandainya ada tambahan dana nanti ke Disdik, barulah kita upayakan, dana yang kita terima itu nanti kita gunakan untuk membangun infratruktur pendidikan yang ada di Dinas Pendidikan Rohil," tambahnya yang belum ada kepastian. 

Saat ini, SD Filial yang ada di Kepenghuluan Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas, meski dikelola swasta, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir boleh membangunnya, termasuk berupaya untuk penegeriannya. 

"Sekolah filial ini tadinya swasta, dikelola oleh masyarakat, minta dinegerikan. Untuk proses negerikan tidak bisa semena-mena, harus ada persyaratannya. Jumlah murid, sarana infrastruktur yang tersedia mendukung proses belajar mengajar, baru bisa diproses untuk mendapatkan status sebagai sekolah negeri," ujarnya. 

Untuk sementara, terpaksa dibuat sistem filial dulu, berinduk kepada sekolah negeri yang ada disitu. "Sambil berproses persyaratan berkaitan dengan proses penegeriannya nanti. Artinya dia terpisah dari SD induknya," pungkasnya.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar