- Home
- Pendidikan
- Wawako Dumai Aguswi Irup Hardiknas 2015
Wawako Dumai Aguswi Irup Hardiknas 2015
Minggu, 03 Mei 2015 18:40 WIB
DUMAI - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai menggelar kegiatan upacara bendara, Sabtu (2/5) pagi bertempat di lapangan eks Kantor Walikota Dumai Jalan H.R.Soebrantas.
Pada peringatan Hardiknas tahun 2015, bangsa Indonesia tak terkecuali Kota Dumai sepakat untuk mengangkat dan mengusung tema 'Pendidikan Dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan Dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila', dipadukan melalui semangat HUT Kota Dumai ke-16 yang mengusung tema 'Pemantapan Visi dan Misi Menuju Pembangunan Berkelanjutan'.
Upacara peringatan Hardiknas tahun 2015 dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Dumai Dr.H.Agus Widayat, sehingga dalam pidatonya Wawako Dumai mengajak seluruh tenaga pengajar bersama-sama Disdik Kota Dumai untuk mengadopsi dan menteladani sifat dan sikap pahlawan Disdik Indonesia Ki Hajar Dewantara.
"Bagi seluruh pendidik disemua jenjang, marilah kita bersama-sama untuk mengadopsi dan menteladani sifat dan sikap pahlawan Disdik Indonesia Ki Hajar Dewantara dalam mendidik seluruh anak didik kita sebagai generasi penerus bangsa untuk menjadi manusia berkarakter mulia, yang mampu meraih cita-cita dan menjadi pembelajaran sepanjang hidup, untuk itu terimalah salam hormat dan apresiasi dari kami semua khususnya saya mewakili Pemko Dumai," katanya.
Dikatakan Aguswi, saat ini wajah-wajah masa depan dan pemimpin bangsa Indonesia kelak tengah berada di ruang-ruang kelas. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung-jawab membentuk masa depan itu hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. Secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara namun secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.
"Mengembangkan kualitas manusia Indonesia harus dikerjakan sebagai sebuah gerakan bersama. Semua harus ikut peduli, bahu membahu, saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan," katanya.
"Oleh karena itu, Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini kita mengambil tema "Pendidikan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila'. Kata kunci dari tema tersebut adalah 'Gerakan', sehingga pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat," pintanya.
Dipaparkannya, kedepannya kita harus dapat mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa, Masyarakat merasa memiliki, Pemerintah memfasilitasi, Dunia Bisnis peduli, dan Ormas/LSM mengorganisasi. Berbeda dengan sekadar 'program' yang perasaan memiliki atas kegiatan hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah 'gerakan' justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan.
"Mari kita ajak semua pihak untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika itu. Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar dalam mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila," jelasnya.
Di hari Pendidikan Nasional ini, ajaknya, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter Pancasila.
"Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud bila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Mulai hari ini kita harus mengubah perspektif, bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua," tutupnya.
Upacara peringatan Hardiknas tahun 2015 tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh Kepala SKPD dilingkungan Pemko Dumai, Anggora DPRD Dumai, Kepala Sekolah seluruh jenjang di Kota Dumai, tenaga pengajar ataupun pendidik Kota Dumai, pensiunan tenaga pengajar ataupun pendidik Kota Dumai, serta Siswa/i seluruh jenjang pendidikan Kota Dumai beserta tamu undangan lainnya.
Dalam peringatan Hardiknas tahun 2015, Pemko Dumai juga memberikan penghargaan bagi beberapa sekolah, tenaga pengajar ataupun pendidik, Kepala Sekolah, beserta pensiunan tenaga pengajar ataupun pendidik terbaik Kota Dumai dan tentunya berprestasi.
(adi/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

