• Home
  • Politik
  • Aktifitas Bongkar Muat Pemicu Rusaknya Turap

Aktifitas Bongkar Muat Pemicu Rusaknya Turap

Selasa, 24 September 2013 18:55 WIB

SELATPANJANG, RIAUHEADLINE.COM- Keberadaan turap pemecah gelombang laut yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Riau di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, kini kondisinya cukup memprihatinkan dan terancam ambruk.

"Turap penahan gelombang tersebut, memiliki 2 fungsi,  yakni  untuk menahan gelombang, sehingga pantai Selat Air Hitam itu terselamat dari abrasi. Kedua turap tersebut juga berfungsi sebagai fasilitas jalan dengan kapasilitas kendaraan yang terbatas. Tapi faktanya, turap tersebut dialihkan fungsi sebagai tempat aktifitas kegiatan  bongkar muat yang notabennya belum mendapatkan izin," kata Sekretaris Komisi II DPRD  Kabupaten Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil SH.

Menurut Adil, sebenarnya turap pehan gelombang itu bukan tempat aktifitaas kegiatan bongkar muat, namun karena disalah fungsikan sehingga turap tersebut jadi rusak. Rusaknya turap tersebut akibat banyaknya kapal motor (KM)  yang melakukan aktifitas bongkar muat di turap tersebut. Selain itu banyak kapal-kapal dagang yang bertambat atau bersandar dengan mengikatkan tali di turap tersebut.

"Yang  menjadi tanda tanya kenapa begitu mudahnya pengalihan fungsi turap pehan gelombang menjadi aktifitas bongkar muat. Tanpa mikirkan dampaknya, seperti yang kita lihat saat ini, turap penahan gelombang itu kapan saja bisa ambruk kelaut, hal ini tentunya sangat kita sayangkan, turap yang dibangunan dengan mengunakan APBD meliaran rupiah harus terbuang begitu saja," urainya.

Dikatakan dia, kondisi turap hancur bukan karena ombak laut melainkan dinikmati oleh kepentingan kelompok. Padahal kata dia, pemerintah sudah menghabiskan miliaran rupiah untuk membangun turap tersebut. "Seperti yang kita lihat saat ini turap penahan gelombang di pantai selat Air hitam itu sudah mengalami rusak berat jika tidak segera diperbaiki, turap tersebut juga daapat megancam keselamatan bagi warga yang melintas diturap tersebut. Dan kapan-kapan saja turap itu bisa saja amburk kelaut. Apa bila sudah ambruk kelaut lalu siapa yang akan memperbaikinya dan dana dari manan untuk meperbaiki turap tersebut," jelasnya.

Untuk memperbaiki turap tersebut tentunya akan mengunakan dana yang sangat besar, sementara dengan jumlah APBD meranti saat ini tidak memungkinkan untuk memperbaiki turap tersebutt, karena saat ini masih banyak dearah-daerah lain seperti kecamatan maupun desa yang membutuhkan pembangunan infrastruktur . oleh karena itu kita berharap masyarakat dapat ikut menjaga dapat ikut menjaga pengaman turap tersebut, karena mejaga itu  jauh lebih baik dari pada memperbaiki. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar